23 Jun 2018

Quotes Pembangun Jiwa



Ya Allah, ajari kami bagaimana memberi sebelum meminta, berpikir sebelum bertindak, santun berbicara, tenang ketika gundah, diam ketika emosi, bersabar dalam ujian. Jadikan kami selembut Abu Bakar, sebijaksana Umar, sedermawan Utsman, sepintar Ali dan sesederhana Bilal serta setegar Khalid bin Walid.

Mungkin kita bisa memberi tanpa mencintai, tetapi kita tidak bisa mencintai tanpa memberi. Lantas apa yang telah kita berikan untuk islam, padahal kita mengaku mencintainya.

Iman terbagi menjadi dua. Setengahnya dalam syukur dan setengahnya lagi dalam sabar. Oleh karena itu, janganlah kita terputus dalam doa kepada Allah supaya Dia menjadikan kita pribadi yang selalu bersyukur dan bersabar.

Harta yang paling berharga adalah amal, teman yang paling setia adalah sabar, ibadah yang paling indah adalah ikhlas, identitas yang paling tinggi adalah iman, pekerjaan yang paling berat adalah menahan hawa nafsu.

Orang yang bodoh adalah yang tidak bisa memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. Orang yang baik adalah orang yang memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain. Sedangkan orang bijak adalah yang memaafkan dan mengambil pelajaran dari kesalahan orang lain.

Hendaknya kita mengukir ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita baca, bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan, bukan pula dari penatnya mulut dalam berdiskusi. Tapi dari amal yang keluar dari desah nafas kita [Ibnul Qoyyim al-jauziyah]

Empat hal yang menghambat datangnya rizki; tidur di waktu pagi, sedikit shalat, malas-malasan dan berkhianat [Ibnul Qoyyim dalam Zadul Ma’ad]

Sebuah metafora oleh Hasan al-Basri ditujukan untuk manusia yang lupa akhirat dan terlena dengan dunia, “Hai anak Adam! Lihatlah pisau sedang diasah, tungku sedang dinyalakan. Tapi kambing itu masih asyik makan.

Ada 5 tanda kesengsaraan; hati yang keras, mata yang sulit menangis karena takut kepada Allah, sedikitnya malu, cinta kepada dunia dan banyak berharap [Fudhail bin Iyad]

Tak seorang pun rela dibohongi, tapi anehnya rata-rata orang tidak benci ketika dirinya berbohong kepada orang lain.

Sungguh, aku direndahkan oleh orang karena kejujuranku, itu lebih aku sukai daripada aku disanjung karena kedustaanku. [Umar bin Khatab]. Di zaman kita sekarang ini, ada orang yang menganggap kedustaan sebagai kecerdikan dan kejujuran sebagai kepolosan dan kampungan.

Hendaknya kita harus mengenal Allah dan memperkenalkan diri kita kepada-Nya. Mengenal Allah yakni dengan jalan memahami perintah dan larangan-Nya. Sementara memperkenalkan diri kita adalah dengan menunaikan apa yang telah Allah ajarkan kepada kita. [Ahmad bin Muhammad an-Nuri]

Jika hidup tidak selalu menyuguhkan rasa manis, mengapa tak kita nikmati saja rasa asin dan pahit yang terhidang. Karena hidup akan indah dan dikenang dan membentuk nostalgia yang selaras jika dia beragam rasa. Seperti masakan yang selalu mengundang selera dengan manis, asin dan pedasnya.

Berpikirlah kemudian tulis yang kita pikirkan. Kemudian kerjakan apa yang kita tulis dan tulislah apa yang kita kerjakan.

Orang yang baik selalu berbuat baik meskipun kepada orang yang berbuat buruk kepadanya. Sebaliknya, orang yang buruk itu selalu berbuat keburukan sekalipun kepada orang yang selalu berbuat baik kepadanya.


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment