23 Jun 2018

Quotes Pembangun Iman



Islam adalah kemuliaan. Siapa yang berpegang kepadanya, maka ia akan mulia. Sebaliknya, orang akan hina dengan meninggalkannya. Banyak orang-orang yang berangsur-angsur meninggalkan agamanya sehingga si kaya menjadi tiran, si miskin menjadi  mudah menyerah dan putus asa, para ulama pun tunduk pada penguasa. Penyelewengan telah menyebar kemana-mana, maka disinilah munculnya kehancuran.

Di timur musuh di barat musuh. Mereka berpegang kepada kekuatan fisik dan kuantitas, sedangkan kita berpegang kepada kejayaan masa lampau. Mengapa kita harus terus terpaut pada keagungan masa lampau? Mengertilah kaum mukminin bahwa kejayaan masa lampau bisa tegar sendiri, sedangkan kita mengalami kekalahan.  (kutipan dalam novel Night in Turkistan)
=
Jika Allah bisa memberi rezeki kepada ikan di laut dan burung di udara, kenapa kita berpikir bahwa kita tidak bisa mendapatkan rezeki-Nya? Kenapa kita tidak berhenti dari rasa khawatir tidak mendapatkan rezeki yang telah Dia jamin. Kenapa kita memilih jalan yang haram untuk mendapatkannya? (Bilal Philip)
=
Rasa khawatir tidak ada pengaruhnya selain mencuri ketenangan hidupmu serta membuatmu sibuk dengan pikiran yang tidak ada nilainya. Berhentilah merasa khawatir dan mulailah berdoa dan tawakal. (Bhilal Philip)
=
Don’t change yourself for peoplee, change yourself for Allah. Jangan ubah dirimu untuk manusia, tapi ubah dirimu untuk Allah.
=
Terkadang kita abai dengan hikmah di setiap musibah. Kita terkadang memandang buruk skenario Allah tanpa pernah berpikir bahwa bisa jadi Allah subhanahu wata'ala berbuat hal itu untuk menyiapkan surprise dan happy ending untuk kita.
=
Kita baru menyadarinya bahwa itu adalah keajaiban setelah kita berhasil melewatinya. Mungkin saja kita telah kehilangan pekerjaan, tapi Allah subhanahu wata'ala telah menyiapkan kesempatan kerja yang lebih baik dari sebelumnya. Mungkin Allah subhanahu wata'ala menakdirkan kita harus melewatkan penerbangan. Tapi mungkin Allah mengalihkan atau menyelamatkan kita dari kecelakaan pesawat.
=
Selalu ada hikmah dibalik setiap musibah. Oleh karena itu, jangan pernah berburuk sangka kepada Allah subhanahu wata'ala. Selalu ridho dengan ketentuan-Nya dan selalu berdoa, berikhtiar serta bertawakal. Serahkan semuanya kepada Allah subhanahu wata'ala. Dialah pencipta kita, maka Dialah yang paling Tahu mana yang terbaik untuk kita.
=
No one knows what the future holds, but we all know who holds the future. Trust Allah he is the best of planners.
Kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan akan kita pegang. Tapi kita semua tahu SIAPA yang memegang masa depan kita.  Percayalah kepada Allah bahwa Dia adalah sebaik-baik Perencana.
=
Kita tidak akan jadi diri kita sendiri bila semua perkataan orang didengarkan, dan kita tidak akan mampu memenuhi semua perkataan orang.
=
Quote Tentang Kepemimpinan
Kebanyakan orang merasa bangga apabila berhasil memimpin orang lain. Tetapi jangan sampaii kita lupa bahwa keberhasilan kita dalam memimpin bukan hanya karena mampu mengatur orang lain, tapi justru karena mampu mengatur diri sendiri.
=
Merencanakan sesuatu berarti kita melatih diri untuk berani mengambil keputusan mengenai apa saja yang menjadi prioritas. Lebih baik kita menginvestasikan waktu lebih banyak untuk perencanaan daripada ketika implementasi banyak waktu yang harus kita gunakan untuk perbaikan.
=
Diam atau bergerak sama-sama mempunyai resiko. Tetapi peluang lebih besar untuk mendapatkan sesuatu adalah kalau kita berani bergerak.
=
Mampu mengekspresikan nilai-nilai positif melalui tindakan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan merk pribadi yang akan melekat sampai kita mati.
=
Apa yang kita pikirkan itu yang kita harapkan
Apa yang kita harapkan itu yang kita usahakan
Apa yang kita usahakan itu yang kita cintai
Apa yang kita cintai itu yang kita berikan
Apa yang kita berikan itu yang kita dapatkan.
=
Kegagalan dan keberhasilan bagai dua mata pisau yang ada dalam kehidupan manusia. Akan tetapi kita bisa memprediksi apa yang akan kita dapatkan dengan ikhtiar yang terus dikerjakan. Oleh karena itu jangan pernah berhenti untuk berharap dan berusaha. Dan pungkas hal itu dengan tawakal dan doa.
=
Faktor yang menentukan sikap yang kita ambil tidak terlepas dari tiga hal; nafsu, akal dan hati. Nafsu mendorong kita untuk mengejar kenikmatan dan hasrat dengan dorongan yang kuat. Akal memberi kita panduan dengan pengetahuan yang ada di dalamnya, karena akal adalah wadah dari pengetahuan. Hati memberi kita panduan dengan cahaya ketuhanan, karena di hatilah bersumber pancaran nurani. Oleh karena itu, cobalah kita lihat pendorong mana yang mendominasi setiap tindakan kita, apakah nafsu, akal atau hati?
=
Orang yang hari ini sama dengan hari kemarin, atau orang yang hari esok sama dengan hari ini adalah orang yang merugi. Orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka itu adalah orang yang celaka. Tetapi bila hari ini lebih  aik dari kemarin atau hari esok lebih baik dari hari ini, maka orang itu beruntung. (al-Hadits)
=
Sibuk dengan hari yang sekarang, tidak menyesali masa lalu, serta tidak mengkhawatirkan masa depan adalah obat paling mujarab untuk menghilangkan semua kekhawatiran dan kesedihan.
=
Seorang lelaki pernah bertanya kepada Imam asy-Syafi’i, ‘Hai Abu Abdillah, mana yang terbaik untuk seorang hamba, memperoleh kekuatan atau hidup dalam penderitaan? Maka Imam Syafi’i menjawab, ‘seseorang tidak akan memperoleh kekuatan sampai dia mengalami penderitaan. Sebagaimana Allah telah memberi penderitaan kepada Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad alaihim shalatu wa salam. Jadi, ketika mereka bersabar, maka mereka akan memperoleh kekuatan. Jangan sampai kita berpikir bahwa setiap kita akan terbebas dari penderitaan.
=                              
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment