23 Jun 2018

Islam Nusantara vs Islam Arab?



Sekarang ini umat islam telah terkotak-kotakan menjadi berbagai macam versi dan jenis. Pengkotak-kotakan umat islam ini bukan bersumber dari ajaran islam itu sendiri, melainkan bikinan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan keinginan orang-orang yang ingin memecah belah umat islam.

Sekarang ini kita mengenal istilah islam tradisionalis yang berseberangan dengan islam politik. Jika ada orang islam yang hanya mengurusi amal ibadah saja, tanpa pernah mau terjun ke dalam politik, maka dia mereka sebut islam tradisionalis. Islam tradisionalis juga bisa dikonotasikan kepada kelompok yang begitu kuat berpegang kepada tradisi-tradisi yang telah mengakar kuat. Sementara islam politik mereka sematkan kepada muslim yang terjun kepada kancah politik dan giat dalam menyuarakan pentingnya politik islam.

Kemudian islam konservatif berseberangan dengan islam progresif. Islam konservatif mereka sematkan kepada kelompok yang mengajak kepada pembaharuan dan kembali kepada islam secara radikal berdasar nash-nash al-Quran dan Alaihi salam-Sunnah. Terkadang, mereka menyebutnya sebagai muslim radikal dan muslim ekstremis. Walau definisi bisa saja salah dan melenceng dari hakikat yang sebenarnya. Sebaliknya, islam progresif mereka sematkan kepada kelompok yang berani melakukan perubahan dengan asas kebebasan. Lebih lucu lagi, mereka mengaku islam tapi nilai-nilai hidup yang mereka ambil jauh dari islam. Mereka mengaku islam tapi mereka bangga melawan syariat islam dengan alasan ajaran islam itu perlu ditafsirkan ulang. Itu yang menamakan diri mereka sebagai islam liberal.

Mereka menggugat ayat-ayat quran tetapi di sisi lain mereka mencomot potongan ayat demi melegalkan kesesatan mereka.

Kemudian akhir-akhir ini di negeri kita tercinta ada orang-orang dungu yang membagi islam menjadi islam nusantara dan islam arab. Mereka bilang, islam nusantara adalah islam yang santun dan tak lepas dari spirit tasamuh, sementara islam arab adalah islamnya penjajah.

Masya Allah! Apakah mereka mengira Nabi shallallahu Alaihi wassalam dan para sahabat adalah penjajah? Apakah mereka mengira para khilafah islam penjajah? Mereka mencela arab dengan konotasi penjajah, disisi lain mereka bermesraan dengan penjajah.

Kita tahu bahwa bangsa Arab yang Allah subhanahu wata'ala pilih untuk mengawali mengemban islam. Bukan berarti Allah subhanahu wata'ala tidak memperhitungkan orang-orang non-Arab, karena ras dan darah tidak ada apa-apanya dibanding ketakwaan. Itu yang Rasulullah shallallahu Alaihi wassalam ajarkan.

Tapi kedengkian telah membuat kita buta dan membenci semua warna dan corak arab, sehingga syariat pun dilecehkan karena kedengkian atas corak arab. Kenapa kita harus dengki? Bisa saja islam bangkit dan diawali oleh orang-orang pilihan dari bangsa Arab, tapi siapa yang tahu jika Allah subhanahu wata'ala berkehendak untuk menjadikan kita bangsa pembangkit islam di akhir masa.

Entahlah, baru di negeri kita ada orang yang berani membagi islam menjadi islam nusantara dan islam arab. Karena sebelumnya belum pernah kita dengar istilah ‘islam Hindustan’ untuk orang-orang india, ‘Islam Jazirah’ untuk kaum muslimin di tanah arab dan islam-islam lainnya. Mereka hanya menyebut diri mereka muslim karena mereka memegang ajaran tauhid. Ajaran islam.


Tidak ada nusantara, islam arab,  islam progresif, islam modern, islam liberal, dan islam-islam lainnya. Hanya ada satu islam. Yakni islam yang dibawa oleh sang Utusan Rasulullah shallallahu Alaihi wassalam dengan berpegang kepada al-Quran dan As-Sunnah.

Islam akan selalu sama dari awal diturunkannya hingga hari akhir nanti. Tetapi, jika ada penyelewengan dari keadaan yang semula, maka penyelewengan itu adalah kesesatan, dan itu bukan manifestasi islam yang sesungguhnya. karena islam yang benar hanya ada satu; yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu Alaihi wassalam dan generasi salam serta warisan-warisan para ulama dengan lautan hikmah yang mereka bawa.

Islam adalah harga mati, yang lain boleh berganti. Oleh karena itu, jangan bawa fanatisme ke dalam islam dan memoles islam dengan fanatisme busuk. Karena islam adalah islam. 
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment