26 Jun 2018

6 Fakta Tentang Penderitaan Rakyat Palestina Dibawah Penjajahan Israel



Warga palestina mengalami penderitaan demi penderitaan dibawah penjajahan israel. Baik di tepi barat maupun di jalur Gaza, warga Palestina telah kehilangan harapan dan kedamaian. Mereka juga telah kehilangan hak-hak mereka yang telah dirampas paksa oleh Israel.

Berikut 6 fakta yang harus kamu ketahui tentang penderitaan warga palestina dibawah penjajahan Israel.

Penggusuran dan Penghancuran Tempat tinggal

Warga Palestina di Tepi Barat, khususnya di Hebron mengalami banyak penderitaan akibat perampasan tanah-tanah milik mereka oleh pemerintah Israel. Seringkali pemerintah Israel dengan militernya mengambil alih tempat tinggal mereka. Dalam banyak kasus, israel memerintahkan warga Palestina untuk hengkang dari rumah mereka, kemudian menghancurkan rumah-rumah yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka. Bahkan, ada diantara keluarga Palestina yang mengalami beberapa kali penggusuran. Mereka membangun rumah mereka kembali dan beberapa tahun kemudian Israel menghancurkannya.

Israel selalu berdalih dengan alasan bahwa mereka tidak memiliki izin membangun dan dinyatakan ilegal. Lebih dari 50 % warga palestina di tepi barat, terumata suku-suku badui tidak diberikan izin membangun bangunan di tanah mereka sendiri, alih-alih menghancurkan bangunan milik mereka yang telah mereka miliki sebelum negara penajajah Israel ada.

Pengrusakan Ladang

Tentara Israel juga sering merusak ladang-ladang zaitun dan tin milik warga Palestina. Mereka membongkar pohon-pohon zaitun dan merusaknya. Kemudian mengambil alih ladang-ladang milik warga Palestina untuk kepentingan pemerintah penjajah Israel, baik untuk kepentingan militer, pembangunan jalan, maupun untuk membangun pemukiman yahudi.

Selain itu, dalam beberapa kasus, ladang-ladang milik warga Palestina dirusak oleh para pemukin dengan mengalirkan limbah-limbah ciaran ke lahan mereka sehingga menyebabkan tanaman mati.

Akses Air yang Terbatas

Israel mencuri akses air dari warga palestina dengan menguras air tanah atau sumur kemudian mengalirkannya ke pemukiman israel. Selain itu, mereka juga membangun taman-taman dan mengairinya. Israel tak pernah kekurangan air dan tak pernah khawatir terhadap masalah kebersihan air. Sementara itu, di sisi lain, warga Palestina di tepi barat seringkali mengalami krisis air dan tidak memiliki akses terhadap air yang bersih. Israel tidak pernah peduli dan tentu saja tak pernah mengizinkan warga Palestina mendapatkan akses air yang cukup

Warga Palestina banyak mengalami intimidasi oleh para pemukim

Warga Palestina harus mengalami banyak sekali gangguan dan intimidasi dari para pemukim. Banyak keluarga di Hebron menceritakan ketidaktenangan mereka akibat kedzaliman yang mereka terima dari para pemukim yahudi.

Seringkali warga Palestina menemukan pintu toko dan rumah mereka dicoreti lambang bintang Daud/ bendera Israel sebagai bentuk provokasi. Mereka juga sering mengalami teror dari para pemukim dengan lemparan batu ke rumah-rumah mereka, sumpah serapah serta berbagai bentuk kebencian lainnya.

Anak-anak sekolah yang pulang pergi ke sekolah kadang mengalami intimidasi dan gangguan dari para pemukim di sekitar mereka. Sementara itu, di beberapa kasus, para pemukim dan tentara berkolaborasi mengganggu warga Palestina.

Di Palestina ada Sistem Apartheid

Jika kita mendengar istilah apartheid, maka kita teringat dengan supremasi kulit putih terhadap kulit hitam di afrika selatan pada masa yang lalu. Dan hal itu kini terjadi di Tepi Barat. Sistem Apartheid itu ditandai dengan dinding pemisah yang memisahkan warga arab/palestina dengan warga Yahudi. Warga Arab tidak diperkenankan memasuki wilayah Yahudi, mereka juga tidak memiliki akses ke tempat-tempat yang diperuntukan untuk ‘warga khusus’. Warga Arab Paletina tidak memiliki akses keluar, mereka seakan terpenjara di tanah mereka sendiri. Warga Tepi barat tidak memiliki kebebasan untuk bepergian, terutama ke daerah Jerusalem. Mereka harus mendapatkan izin dari Israel, dan itu satu hal yang mustahil dan sulit untuk didapatkan.

Selain itu, warga Palestina yang bepergian juga harus melewati checkpoint dan mengalami pemeriksaan ketat. Sementara itu, warga Israel tidak mengalami hal buruk yang seperti warga Palestina alami.

Jalan syuhada yang berada di Hebron diambil alih oleh israel dan tidak lagi bisa digunakan oleh warga Palestina sejak terjadi peristiwa penembakan 29 warga Arab oleh ekstimis Israel di masjid Ibrahimi pada tahun 1992. Dan pelarangan yang sama tidak pernah berlaku untuk warga yahudi atau pemukim.

Nelayan Gaza Tidak Leluasa Menangkap Ikan

Nelayan Gaza selalu dibayangi oleh rasa takut ketika pergi ke lautan. Mereka takut untuk mencari ikan dengan jarak yang jauh dari pantai. Gunboat israel selalu hilir mudik dan mengawasi mereka. Di beberapa kasus, tentara Israel menembaki kapal-kapal milik nelayan Palestina di jalur gaza. Mereka tidak memiliki akses terhadap mata pencaharian mereka. Mereka dijajah tidak hanya di darat, tapi juga di lautan yang mereka miliki.

Beberapa nelayan harus meregang nyawa karena terjangan peluru, sebagian yang lainnya mengalami luka-luka.

Gaza telah mengalami blokade Sejak 12 tahun yang lalu.

Gaza mengalami blokade dari berbagai penjuru sehingga tidak memiliki akses dengan dunia luar. Kalau diibaratkan, Gaza adalah penjara terbuka terbesar di dunia. Pun, negara terdekat, Mesir ikut memblokade gaza pasca jatuhnya presiden terpilih secara demokratis Morsi oleh pemerintah kudeta al-Sisi.

Nah, itulah 6 fakta tentang  penderitaan rakyat palestina dibawah penjajahan Israel. Sehingga dengan mengetahuinya, kita memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap saudara-saudara kita di palestina dan tidak pernah putus untuk mendoakan mereka. Semoga di masa yang akan datang, Palestina bisa merdeka dari penjajahan Israel. Amiin.

Sumber gambar: https://www.foreignpolicyjournal.com/
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment