22 May 2018

Mutiara Salaf Tentang Riya


Jika ada dua orang yang berteman di perjalanan, lalu salahsatunya ingin mengerjakan shalat dua rakaat namun ia mengurungkannya karena temannya, maka itu adalah riya’. Dan jika ia melaksanakannya karena temannya, maka itu adalah syirik. [Abdullah bin Mubarak]
Jika anda didatangi setan ketika anda sedang shalat lalu ia berkata, ‘kamu riya’, maka makin perpanjang shalatmu [Harits bin Qais]

Samarnya Riya

Selama 30 tahun, As-Siri tidak pernah terlambat datang ke masjid untuk shalat jumat. Dia datang selalu awal waktu sehingga ada tempat yang identik bagi dirinya. Tempat terdepan yang selalu diduduki olehnya.

Suatu ketika salah seorang tetangga as-Sirri meninggal dunia pada hari jumat. Lalu Sirri melayat jenazahnya. Kemudian karena hal inilah as-Sirri terlambat datang menghadiri shalat jumat.

Kemudian as-Sirri menceritakan bagaimana ketika dia datang ke masjid, hatinya berkata, “Sekarang mereka melihatmu ketika engkau terlambat dari waktumu.”

Dan setelah itu dia merasa tertekan karena merasa dia telah melakukan kesalahan besar. “Menurutku, aku telah berbuat Riya semenjak 30 tahun silam dan aku tidak tahu.” (Hilyatul Auliya)

Jangan Menuduh Riya

Aku pernah melihat seseorang mengerjakan shalat. Setiap kali rukuk dan sujud dia selalu menangis. Lalu aku menuduhnya berbuat riya dengan tangisannya itu. Kemudian aku tidak bisa menangis selama setahun [Hilyatul Auliya]

UJUB

Ujub adalah menganggap banyak amal sendiri dan menganggap sedikit amal manusia atau orang lain [Bisyr bin Harits]

Sungguh aku lebih suka melewatkan malam dengan tidur lalu keesokan harinya aku merasa menyesal daripada aku melewatkan malam dengan bangun (beribadah), lalu keesokan harinya aku merasa ujub/bangga [Muthrif]

Aku tidak tahu mana yang lebih berat bagi manusia, ujub atau riya? Ujub masuk dari dalam diri Anda, sedangkan riya masuk menuju diri Anda. Ilustrasinya adalah di dalam rumah ada anjing galak dan di luar rumah juga ada anjing yang lain. Lalu manakah yang lebih berat bagi Anda? Yang ada di dalam bersama Anda ataukah yang ada di luar? [Hatim al-Ashom]

Bagaimana mungkin orang yang berakal bisa merasa ujub? Padahal amal termasuk bagian dari karunia Allah yang seharusnya disyukuri dan membuatnya merasa rendah hati. [Abu Sulaiman ad-Darani]

Suka Dipuji

Merasa tentram dengan pujian dan menerimanya dengan sepenuh jiwa lebih dahsyat daripada maksiat. [Bisyr bin Harits]

Jika Anda mengenal diri Anda, maka Anda tidak akan terpengaruh dengan komentar orang tentang diri Anda [Sufyan ats-Tsauri]

Munafik

Orang-orang munafik zaman sekarang lebih buruk daripada orang-orang munafik pada zaman Rasulullah shallallahu Alaihi wassalam. Pada zaman itu mereka menyembunyikan kemunafikannya, akan tetapi sekarang mereka menampakkannya secara terbuka. [Hudzaifah Radiyallahu anhu]

Abbad pernah bertanya kepada Syumaith, ‘Apakah orang munafik bisa menangis?’ ia menjawab, ‘matanya bisa menangis tapi hatinya tidak.’ [Hillyatul Auliya]

Salah satu pekerti orang munafik adalah suka dipuji dan tidak suka dicela [Wahab]

Sesungguhnya orang mukmin itu sedikit bicara dan banyak kerja. Sedangkan orang munafik banyak bicara sedikit kerja. [al-Auza’i]

Jika anda dihadapkan pada dua hal yang anda tidak tahu mana dari keduanya yang diridhoi Allah, maka lihatlah yang paling dekat kepada hawa nafsu Anda, kemudian ambillah yang berlawanan dengannya. Karena kebenaran itu berlawanan dengan hawa nafsu. [Muhammad al-Kindi]
==
 Sumber: Hilyatul Auliya
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment