9 Apr 2018

Perangkap Setan dalam Pertaubatan


Setan menginginkan dua hal dari kita ketika kita telah melakukan dosa. Yang pertama, dia tidak ingin kita bertaubat. Oleh karena itulah setan selalu menggoda manusia untuk berleha-leha, menyepelekan taubat dan menunda-nundanya. Dia membisikan kepada kita, “Masih ada hari esok untuk bertaubat.”
Yang kedua, jika setan gagal pada jerat yang pertama, dalam arti kita bertaubat kepada Allah atas dosa yang kita lakukan, maka setan membuat kita berpikir bahwa pertobatan kita tidak diterima.

Mana yang lebih buruk, antara yang pertama dan yang kedua? Jelas kedua-duanya buruk. Akan tetapi jauh lebih buruk yang kedua, karena ketika kita menganggap Allah subhanahu wata'ala tidak lagi mengampuni dosa hambanya, maka itu penghinaan kepada Allah subhanahu wata'ala. Padahal Allah at-Tawwab, yang menerima tobat hamba-Nya.

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Quran 39:53)

Jadi, ketika Allah berfirman, “Jangan pernah kehilangan harapan dari rahmat-Ku,” dan kita menganggap Allah tak lagi memiliki rahmat untuk kita, maka kita telah  menghina-Nya. Naudzubillahi mindzalik.

Coba saja anda pikirkan, ketika seseorang telah memaafkan kesalahan yang kita lakukan kita tidak menganggapnya telah memaafkan kita. Orang itu mengatakan kepada kita, “Saya telah memaafkan Anda,” dan kita berkata kepadanya, “Saya tidak berpikir Anda memaafkan saya. Mustahil anda memaafkan saya.” Apa yang akan dia rasakan? Jelas dia akan marah karena telah disepelekan, dan kita dicap sebagai seorang yang tak tahu diri.

Bagaimana mungkin kita bisa berpikir tentang Allah seperti itu? Jadi saya ingin mengoreksi persepsi semua orang dari kita. Ingat, Allah memaafkan apa pun yang kita lakukan. Dia akan mengampuni kita ketika kita bertobat. Jangan  biarkan setan menguasai kita.

Sebelum menutup artikel ini, marilah kita simak hadits qudsi yang satu ini,

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ،

Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.

 يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ،

Wahai anak Adam! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.

 يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].


Menyembunyikan Dosa Berpeluang Diampuni

Tiap orang punya dosa. Di antara mereka ada yang malu sehingga menyembunyikan dosanya, tidak dibeberkan kepada manusia. Yang lain dengan bangga diceritakan kepada orang lain untuk tujuan bercanda atau lainnya.

Maka orang yang menyembunyikan dosanya, berpeluang diampuni oleh Allah subhanahu wata'ala. Karena dia malu atas dosanya dan dia tidak bangga dengan dosa yang dilakukannya. Adakah orang yang bangga dengan dosa-dosanya? Ada. bukan hanya sekedar bangga, mereka memamerkan, mempromosikan dan menyanjung orang yang mengikuti jejaknya dalam kemaksiatan.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda,

«كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ»
Semua ummatku dimaafkan kecuali mujahirin (menyebarkan aib dosanya). Termasuk mujahirin adalah seorang berbuat sesuatu di waktu malam, kemudian di waktu pagi ditutup oleh Allah tiba-tiba ia berkata, ‘Hai Fulan aku semalam telah berbuat ini dan itu.’ Di malam hari Rabb-nya telah menutupinya tetapi di pagi hari ia justru menyingkap apa yang ditutup Allah itu.” (HR. Al-Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990)

Di dalam riwayat Imam Bukhori  no 2441 dan Muslim no. 2768  juga  isebutkan bahwa sesungguhnya Allah akan mendatangkan orang beriman untuk mendekat kepada-Nya. Lalu Allah menempatkannya di suatu tempat yang terjaga dan tertutup.

Dia berfirman, ‘Apakah kamu ingat dosa ini? Apakah kamu ingat dosa ini?’

Maka hamba itu menjawab, ‘Ya, saya telah melakukannya.’

Sehingga tatkala Allah subhanahu wata'ala membuatnya mengakui semua dosa-dosanya dan orang itu yakin akan binasa karena dosanya yang banyak, Allah berfirman, ‘Aku telah menutupinya untukmu di dunia, dan Aku pun mengampuninya untukmu pada hari ini.’

Lalu Allah memberikan buku kebaikannya. Adapun terhadap orang kafir dan munafiq para saksi (Malaikat) akan berseru, ‘Mereka inilah orang-orang yang mendustakan Rabb mereka. Ketahuilah laknat Allah atas orang-orang zhalim (kafir, musyrik, dan munafiq)
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment