9 Apr 2018

Cara Orang Beriman Menyikapi Depresi

Penyakit mental selalu memiliki korelasi dengan penyakit fisik. Mental yang sakit itu bisa dalam bentuk depresi/ stress, putus asa, khawatir, takut dan lain sebagainya. Semua itu tentu sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Tidak sedikit penyakit-penyakit ditimbulkan dari sakit mental. Sebagai contoh adalah penyakit jantung coroner, hipertensi, diabetes hingga kanker.

Banyak factor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami stress atau depresi. Diantaranya adalah
Takut pada sesuatu yang belum pasti. Artinya dia takut dengan masa depannya. Ini berarti keimanannya terhadap takdir kurang.

Kehilangan yang dialami dalam kehidupan. Padahal jika dipikirkan, kesedihan dan penyesalan tidak akan mengembalikan semua yang telah hilang darinya.

Allah subhanahu wata'ala tahu bahwa kedua hal itu akan menghantui hamba-hamba-Nya. Karena memang begitulah hakikat dunia. Oleh karena itulah Allah subhanahu wata'ala memberitahu dan sekaligus menghibur kita di dalam quran surat al-Baqoroh ayat 155,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

Di dalam Islam, kita tidak memiliki konsep kepemilikan barang dan kehidupan. Segala sesuatu adalah milik Allah dan kembali kepada-Nya. Jadi jika kita tidak memiliki sesuatu, mengapa kita berdukacita atas kehilangan kita?

Nasib kita sudah ditentukan sebelumnya. Kita tidak memiliki kendali terhadap hal ini. Yang harus kita lakukan adalah melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan dan menyerahkan apa pun yang menjadi ketetapan Allah subhanahu wata'ala. Kita tidak perlu mengkhawatirkan masa depan, Allah subhanahu wata'ala sudah mengaturnya. Dia hanya menyuruh kita untuk bekerja dan berusaha melakukan yang terbaik.

Orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi depresi. Orang yang tidak beriman tidak memiliki sandaran untuk kembali, meminta belas kasih dan pengampunan. Hidup mereka hanyalah hidup sebagaimana air yang mengalir atau seperti buih yang terombang ambing tanpa tujuan yang jelas. Sehingga rasa depresi itu selalu menyesakan dadanya. Tidak ada tempat mencurahkan semua persoalan hidupnya.

Oleh karena itulah, mereka melarikan semua resah mereka dengan menenggak minuman keras sehingga menjadi alcoholic. Hingga yang lebih parah mengakhiri hidup mereka dengan menjerat leher atau memotong urat nadi atau cara apapun untuk mengakhiri penderitaan jiwanya.

Sementara orang beriman memiliki banyak cara untuk mereka lakukan ketika rasa depresi itu menyerang.

Orang beriman akan melakukan zikir sehingga hatinya menjadi tenang,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. ( Quran Surat 13: 28)

Orang beriman akan segera kembali kepada Allah subhanahu wata'ala dengan shalat dan sabar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Quran surat 2: 153)

Orang beriman akan mendapatkan ketenangan dengan taubat dan istighfar,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, (Quran Surat 71: 10)

ringkasnya, kedamaian batin hanya bisa dicapai dengan keimanan kepada Allah subhanahu wata'ala yang Maha Perkasa sebagai sandaran dari semua keresahan dan muara dari semua harap.
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment