28 Mar 2018

Menyembuhkan Jiwa yang Sakit


Betapa kita semua pernah merasakan obat yang begitu pahit di lidah kita sehingga kita tak suka ketika harus menelannya. Ketika pertama kali kita meminumnya, kita berpikir bagaimana mungkin saya harus meminum ini setiap hari selama beberapa minggu. Sementara, sebelumnya dokter pernah berkata kepada kita bahwa kita akan sembuh jika kita kontinyu meminum obat yang pahit tersebut.
Suka tidak suka, kita harus melakukannya. Lagi pula, dokter tidak memberi resep alternative lain selain meminum obat tersebut. Jika kita nekad mengikuti keinginan kita untuk tidak tersiksa dengan rasa pahit obat, maka penyakit kita tidak akan sembuh.
Lagi pula, masih ingat di benak kita, bagaimana orang tua membujuk anak-anaknya yang susah untuk minum obat bahwa mereka hanya merasakan pahit beberapa detik saja. itu tidak sebanding dengan hasil akhir berupa terbebasnya badan mereka dari penyakit.
Pada akhirnya, setelah terus menerus mengkonsumsi obat, dokter menyatakan bahwa kita telah terbebas dari penyakit. Lebih dari pada itu, kita juga merasakan bahwa kondisi kita lebih baik dari sebelumnya.
Memang, manusia deprogram untuk menghindari ketidaknyamanan dan segala hal yang mengandung resiko. Tapi kita tahu bahwa resiko tidak minum obat lebih besar dibanding resiko merasakan pahitnya obat yang sementara.
Begitu pun dengan penyakit-penyakit jiwa yang bersarang di hati kita. Terkadang hal ini membutuhkan penyembuhan yang pahit dan sulit. Kita sulit untuk ‘menerima’ obat spiritual karena terasa pahit. Pahit untuk hawa nafsu kita yang sudah terbiasa berkubang dosa dan ditunggangi setan.
Sifat sombong obatnya adalah berusaha untuk rendah hati dan tidak berbangga diri. hal ini tentunya ‘pahit’ bagi orang yang sudah terbiasa dengan karakter angkuh dan ego yang tinggi. Berhubungan haram dengan kekasih memang menyenangkan, tetapi itu sebuah dosa. maka obatnya adalah  menikah. Jika tidak mau dan masih belum bisa melakukannya, maka memutuskan hubungan itu adalah obatnya. Mungkin ini akan terasa menyakitkan, tapi itulah obat untuk terhindar dari penyakit syahwat yang menjerumuskan.
Dan hal ini membutuhkan waktu yang lumayan lama, tergantung dari tingkat rendah-buruknya penyakit hati yang kita derita. Bahkan mungkin ada yang membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga ia benar-benar tidak lagi mengecap rasa pahit karena meninggalkan dosa dan maksiat yang biasa dia kerjakan.
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment