5 Feb 2018

Kupu-kupu

Seorang anak lelaki menemukan sebuah kepompong di taman. Karena penasaran, Ia mengambilnya dan membawanya pulang. Beberapa hari kemudian sebuah lubang kecil muncil di ujung kepompong tersebut. Anak lelaki itu duduk dan mengamati seekor kupu-kupu muda yang berusaha keluar dari lubang kecil itu. Kupu-kupu tersebut berusaha dan memaksa tubuhnya melewati lubang yang sempit. Anehnya, kupu-kupu itu tidak menyerah dan terus berusaha meliuk-liukan tubuhnya seakan menderita dengan kepompong yang membungkus seluruh tubuhnya.

Merasa kasihan, si anak lelaki itu memutuskan untuk membantu si kupu-kupu. Anak lelaki itu berpikir bahwa dia bisa membebaskan kupu-kupu tersebut dari penderitaan. Dia mengambil gunting dan memotong sisa kepompong itu. Kupu-kupu itu kemudian muncul dengan mudah. Tapi tubuh kupu-kupu tersebut bengkak dan sayapnya kecil dan keriput.

Pria itu terus mengamati kupu-kupu karena dia berharap, tak lama setelah itu sayapnya akan membesar dan melebar untuk bisa menopang tubuhnya, yang akan berkontraksi tepat pada waktunya. Akan tetapi itu tak terjadi sama sekali, kupu-kupu menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak dengan tubuh yang bengkak dan sayapnya yang keriput. Tidak pernah bisa terbang.

Anak lelaki itu tidak mengerti bahwa kepompong membutuhkan proses untuk bisa menjadi kupu-kupu yang indah. Kupu-kupu ‘setengah jadi’ tersebut membutuhkan waktu dan usaha yang keras untuk bisa menjadi kupu-kupu yang indah. Tuhan tahu bahwa kupu-kupu bertubuh bengkak dan bersayap keriput itu membutuhkan banyak gerakan sehingga membuat cairan di tubuhnya menjalar menuju sayap sehingga tubuhnya bisa menjadi ramping. Dan sayap yang lebar siap membawanya keluar dari penjara kepompong. Sayang, si anak lelaki itu terburu-buru dengan kebaikannya.

Sahabat,

Terkadang perjuangan adalah apa yang kita butuhkan dalam hidup kita. Jika Allah membiarkan kita menjalani hidup kita tanpa hambatan, itu akan melumpuhkan kita. Kita tidak akan sekuat apa yang kita bisa. Kita tidak pernah bisa berubah dan sadar.


Tidak ada hidup yang mulus tanpa rintangan. Tidak mesti semua yang direncanakan itu terjadi. Tidak melulu apa yang diinginkan itu terkabul. Begitulah kamus kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Ini terjadi unutk membentuk kita menjadi individu yang lebih kuat dan lebih dewasa. Hingga kita terbiasa dan terampil untuk mengatasi tantangan. Dengan melewati masa-masa sulit itulah kita menjadi sosok tangguh dan bukan sosok karbitan yang gampang melempem oleh segala penderitaan.
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment