5 Feb 2018

Kisah Inspiratif: Satu Tahun yang Tersisa

Dialah Anthony Burgess. Lelaki berusia 40 tahun itu terkejut ketika dokter menyatakan bahwa ada tumor ganas yang bersarang di otaknya. Hanya ada kemungkinan satu tahun tersisa untuk kehidupan yang dia harapkan.

“Kemungkinan anda untuk bertahan hidup hanya satu tahun. Kami tidak mungkin melenyapkan tumor itu dari otak anda.” Begitu kata sang dokter. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di benak Anthony Burgess.

Sebenarnya, bukan hanya tumor otak yang dia khawatirkan dalam hidupnya. Tapi Anthony Burgess juga khawatir tentang masa depan istri dan anak semata wayangnya. Dia tidak punya apa-apa untuk bisa diwariskan kepada keluarganya. Beberapa bulan sebelum vonis dokter datang, dia telah mengalami kebangkrutan dalam bisnisnya. Anthony Burgess mencoba memutar otak untuk bisa memberikan yang terbaik untuk istri tercinta.

Akhirnya satu ide muncul di benaknya.

Jujur, Burgess belum pernah menjadi novelis profesional di masa lalu, tapi dia  tahu bahwa dia memiliki potensi yang bagus dalam menulis. Jadi, dengan tujuan meninggalkan royalti menulis untuk istrinya, dia memasukkan selembar kertas ke mesin tik dan mulai menulis. Dia tidak memiliki kepastian bahwa karyanya akan dipublikasikan, tapi dia tidak dapat memikirkan hal lain yang harus dilakukan.

"Saat itu bulan Januari 1960,” begitu Anthony Burgess berkisah tentang kehidupannya, "dan menurut asumsiku, aku memiliki kesempatan untuk melewati musim dingin, muslim semi dan musim panas sehingga aku benar-benar mati sebagaimana yang dikatakan dokter kepadaku.”

Pada waktu itu Burgess menulis dengan penuh semangat, menyelesaikan lima setengah novel sebelum setahun berlalu.

Satu tahun telah berlalu, tapi sungguh tak diduga Burgess tidak mati. Kankernya telah sembuh dan kemudian hilang sama sekali. Dalam hidupnya yang panjang dan penuh liku sebagai seorang novelis (dia terkenal dengan karyanya A Clock-work Orange), Burgess telah menulis lebih dari 70 buku. Kadang Anthony Burgess berseloroh, andai tanpa kehadiran si tumor yang bersarang di otaknya, dia mungkin tidak akan pernah menulis sama sekali. Itu berarti dia tidak akan memulai menulis untuk bisa menciptakan 70 buku dan dikenal sebagai penulis sukses.

Sahabat, dari kisah Anthony Burgess di atas, kita bisa mengambil pelajaran bahwa kadang dalam keadaan darurat dan terjepit kita mendapatkan solusi dan jalan keluar yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Tak heran jika muncul buku “the power of kepepet”, karena mungkin banyak orang yang telah membuktikan hal ini.


Tanyakan pada diri kita apa yang akan kita lakukan jika kita mengalami masalah seperti Anthony Burgess. 
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment