31 Jan 2018

Meracuni Ibu Mertua

Alkisah, ada seorang perempuan muda yang baru menikah, kemudian tinggal bersama suami dan ibu mertuanya.

Dalam waktu yang sangat singkat, perempuan itu sudah menyadari bahwa dia sama sekali tidak bisa bergaul dengan ibu mertuanya. Kepribadian mereka sangat berbeda, dan perempuan itu marah dan kesal dengan kebiasaan-kebiasaan ibu mertuanya yang dianggap buruk. Selain itu, perempuan itu mengangap ibu mertuanya sosok yang mudah mengkritik dan menyalahkan dirinya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Mereka berdua tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar. Semua ketidak beresan di rumah tersebut menyebabkan suami si perempuan sangat tertekan.

Akhirnya, perempuan muda tersebut tidak tahan lagi dengan keadaan buruk dan kediktatoran ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu mengenai hal itu.

Perempuan itu pergi menemui teman baik ayahnya yang menjual ramuan herbal. Dia menceritakan situasinya dan bertanya apakah dia akan memberinya racun agar dia bisa memecahkan masalah itu untuk selamanya. Penjual ramuan itu berpikir sejenak, dan akhirnya berkata, "Saya akan membantu Anda memecahkan masalah Anda, tapi Anda harus mendengarkan saya dan mematuhi apa yang saya katakan."

Perempuan itu berkata, "Ya, Tuan, saya akan melakukan apapun yang Anda katakana, supaya saya bisa terbebas dari ibu mertua saya."

Ahli ramuan itu pergi ke ruang belakang, dan kembali beberapa menit dengan satu paket ramuan obat. Dia mengatakan kepada perempuan itu "Anda tidak bisa menggunakan racun yang  membuat ibu mertua Anda mati seketika, karena itu akan menyebabkan orang menjadi curiga. Karena itu, saya telah memberi Anda sejumlah ramuan yang perlahan akan meracuni tubuh ibu mertua Anda. Setiap hari kamu harus menyiapkan makanan enak dan menaruh sedikit ramuan ini untuknya. Sekarang, untuk memastikan tidak ada yang mencurigai Anda saat dia meninggal, Anda harus sangat berhati-hati untuk bersikap sangat ramah terhadapnya. Jangan berdebat dengannya, taatilah setiap keinginannya, dan perlakukan dia seperti ratu. "

Perempuan itu sangat bahagia. Dia mengucapkan terima kasih kepada si ahli ramuan dan bergegas pulang untuk memulai rencana pembunuhan ibu mertuanya.

Beberapa minggu berlalu, beberapa bulan berlalu, dan setiap hari, perempuan itu menyajikan makanan yang diolah secara khusus untuk ibu mertuanya. Dia ingat apa yang dikatakan si penjual ramuan tentang menghindari kecurigaan, jadi dia mengendalikan emosinya, menaati ibu mertuanya, dan memperlakukannya seperti ibunya sendiri. Setelah enam bulan berlalu, hubungan mereka sudah berubah.

Perempuan itu telah mempraktekkan mengendalikan emosinya sedemikian rupa sehingga dia menemukan bahwa dia hampir tidak pernah marah. Dia tidak bertengkar selama enam bulan dengan ibu mertuanya, yang sekarang tampak jauh lebih ramah dan mudah bergaul.

Sikap ibu mertua terhadap menantunya itu berubah, dan dia mulai mencintai menantunya seperti putrinya sendiri. Dia terus memberi tahu teman dan kerabatnya bahwa istri anaknya itu adalah menantu perempuan terbaik yang pernah ditemukannya. Perempuan itu dan ibu mertuanya sekarang saling memperlakukan seperti ibu dan anak sejati.

Suami si perempuan sangat senang melihat apa yang terjadi.

Suatu hari, perempuan itu datang menemui si penjual ramuan dan meminta bantuannya lagi. Dia berkata, "Tuan, tolong bantu saya untuk menghentikan racun yang ada di tubuh ibu mertua saya. Dia berubah menjadi wanita yang baik, dan aku mencintainya seperti ibuku sendiri. Aku tidak ingin dia mati karena racun yang kuberikan padanya. "


Si penjual ramuan tersenyum dan mengangguk. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku tidak pernah memberimu racun apa pun. Ramuan yang saya berikan adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya racun itu ada di dalam pikiran dan sikap Anda terhadapnya, tapi semua itu telah hilang oleh cinta yang Anda berikan kepadanya. "
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment