4 Jan 2018

Delapan Monyet (Eksperimen Spektakuler)

Para peneliti telah melakukan sebuah eksperimen dengan beberapa ekor monyet. Mereka ingin melihat bagaimana aturan serta adat istiadat  yang telah mengakar di masyarakat membentuk masyarakat tanpa adanya kompromi.

Mereka menaruh delapan monyet di sebuah ruangan. Kemudian di tengah ruangan mereka menyimpan tangga yang mengarah kepada setandan pisang yang tergantung di langit-langit ruangan.
Setiap kali monyet-monyet mencoba menaiki tangga, semua monyet disemprot dengan air es, yang membuat mereka menderita.  Peneliti terus menerus menyemprotkan air es setiap kali ada seekor monyet yang mencoba mengambil pisang melalui tangga.

Pada akhirnya, setiap kali ada monyet yang mencoba menaiki tangga, sebagian teman-temannya memukulinya karena tidak mau disemprot oleh air es. Di dalam otak monyet tersebut telah terkonsep bahwa jika mencoba mengambil pisang, maka akan mendapatkan semprotan air yang sangat dingin.

Kemudian para peneliti memasukan monyet baru ke dalam ruangan dan melepaskan satu monyet yang lama. Melihat pisang di atas tangga, monyet baru tersebut langsung memanjatnya. Mungkin juga monyet itu merasa heran karena tidak ada satu pun monyet yang mau menyentuh pisang itu. Tapi sebelum monyet yang baru dimasukan itu memanjat tangga, monyet-monyet yang lainnya sudah memukulinya dan menjauhkannya dari tangga.

Setelah beberapa lama, monyet yang baru kembali dimasukan ke dalam kandang dan monyet yang lama dilepaskan. Monyet yang baru ini menaiki tangga, dan monyet yang lama, termasuk monyet yang pertama, memukuli monyet yang kedua, tanpa pernah tahu sebab kenapa dia harus memukul monyet itu ketika tertarik dengan pisang.

Begitu seterusnya sehingga setiap kali monyet baru dimasukan, dan semua monyet yang tahu penyebab kenapa mereka tidak mau  mengambil pisang dikeluarkan. Anehnya, semua monyet baru yang telah lama ‘ditraining’ oleh monyet-monyet lama akan memukuli monyet baru yang berusaha mengambil pisang. Mereka tidak tahu kenapa pisang itu tidak boleh diambil. Yang jelas, mereka melanjutkan ‘tradisi’ monyet-monyet lama yang selalu memukul mereka.

Begitulah adat istiadat selalu diikuti. Oleh karena itulah, tak heran jika adat isiadat sangat sulit diubah.



Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment