30 Nov 2017

Toko Penjual Suami

Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di kota “Khayalan”, di mana wanita dapat memilih suami dengan leluasa sesuai selera dan keinginannya. Di antara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan main untuk masuk toko tersebut, yaitu : “Kamu hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI“

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut. Kamu dapat memilih lelaki di lantai tertentu atau lebih memilih ke lantai berikutnya tetapi dengan syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya, kecuali untuk keluar dari toko.

Di setiap lantai tertera spesifikasi/kriteria dari para calon suami tersebut. Seorang wanita pun pergi ke “toko suami” tersebut untuk mencari suami. Ia mulai mencoba mencari dari lantai satu yang tiap lantai terdapat tulisan sebagai berikut :

Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan. Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 2 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil. Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Lantai 3 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, dan cakep banget. ” Wow”, tetapi pikirannya masih penasaran, dan terus naik. Sampailah wanita itu di lantai 4.

Lantai 4 : Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget, dan suka membantu pekerjaan rumah.

”Ya ampun !” Dia berseru, ”Aku hampir tak percaya.” Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5.

Lantai 5 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget, suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis. Walaupun dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melangkah kembali ke lantai 6. Dan membaca kriteria calon suami di lantai 6 ini :

Lantai 6 : Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak Ada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya semata-Mata bukti untuk wanita yang tidak pernah puas. Terima kasih telah berbelanja di “Toko Suami”. Hati-hati ketika keluar toko. Dan semoga hari yang indah buat anda.

***

Sahabat, mungkin anda tersenyum membaca ini, atau mungkin dongkol...., Ah maaf, ini hanya sekedar cerita humor yang saya dapatkan di internet.  Cerita ini saya sampaikan karena ada pelajaran yang dapat kita ambil. Bukan sekedar untuk wanita tapi juga untuk pria.

Ya, sifat tidak pernah puas, atau kurang bersyukur. Kita selalu merasa kurang karena melihat apa yang diatas. Standar kepuasan kita bukan dengan apa yang telah kita miliki, tapi dengan apa yang dimiliki oleh orang yang lebih dari kita.

Karena sikap tersebut, kita lupa berterimakasih kepada Sang Pemberi. Seolah-olah, kita mempunyai hak yang lebih dari apa yang telah kita terima tanpa pernah mengukur diri.

Sahabat, oleh karena itu, sudah saatnya kita bersyukur atas karunia Allah subhanahu wata'ala yang telah diberikan kepada kita. Jangan pernah menatap ke atas terhadap kehidupan dunia, sebagaimana apa yang dinasihatkan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam di dalam sebuah hadits,

إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) [al kholq], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di dalam redaksi lain disebutkan,

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Hajar mengatakan, “Yang dimaksud dengan al khalq adalah bentuk tubuh. Juga termasuk di dalamnya adalah anak-anak, pengikut dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kenikmatan duniawi.”

Pun sebagaimana dikatakan dalam pepatah, rumput tetangga lebih hijau. Kita selalu melihat kelebihan pada kepunyaan orang lain, tapi justru bisa jadi orang lain merasa iri dengan apa yang ada dalam kehidupan kita. Tidak ada yang tahu tentang hal ini.

Sahabat, perlu kita sadari bahwa Allah Maha tahu kebutuhan kita. Yang Allah mau, kita bersyukur. Dan sebagaimana janji-Nya, jika kita bersyukur, niscaya Dia akan menambah nikmat-Nya kepada kita.


Jika kalian bersyukur pasti akan Aku tambah ni’mat-Ku padamu tetapi jika kalian kufur sesungguhnya adzab-Ku amat pedih”. (QS Ibrahim : 7).
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment