4 Oct 2017

Hikmah itu Milik Muslim


"Husni, kok kamu ngutip-ngutip quote orang kafir sih. Kan kata-kata ulama ribuan banyaknya. Belum lagi hadits Nabi, ribuan jumlahnya. Udah kurang bahan nulis ya."
Kadang saya merasa minder ketika mengutip sebuah kata mutiara/quote dari orang-orang kafir atau filsuf di status Facebook. Di sisi lain, saya merasa bersalah jika mengutip tanpa menyertakan nama orang yang mengatakannya. Nantinya ini jadi masalah hak cipta. 

Entah kenapa, seakana-akan ketika saya mengutipnya, sisi islami diri saya menghilang. Seakan-akan saya telah berbangga diri dengan perkataan-perkataan orang kafir dan para filsuf. Padahal kita memiliki al-Quran dan sunnah.

Pun begitu ketika saya memegang buku yang pengarangnya adalah penulis kafir. Tiba-tiba saya merasa minder ketika ikhwan lain memandang saya. Saya khawatir mereka beranggapan saya seorang yang tidak pernah bisa memilah bahan bacaan, dus, tulisan orang kafir pun dibaca.

Tapi saya sadar ketika menemukan sebuah kalimat dari hadits Nabi saw, "Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi) 

Urusan siapa yang menulis itu urusan lain. Selama ada manfaat yang diambil silakan ambil.
Hanya saja, kita harus memiliki "imunitas" di dalam diri kita berupa aqidah dan iman yang kokoh. Karena tidak menutup kemungkinan karya-karya orang kafir memiliki kecacatan. Jangankan orang kafir, orang muslim pun pastinya memiliki kekurangan.

Yang jelas, dengan imunitas iman, kita bisa memilah mana yang bisa kita ambil mana yang tidak boleh kita ambil. Sehingga tidak semua pendapat 'penulis kafir' kita telan mentah-mentah.

Kalau menurut orang sunda, diheungheum diutahkeun. Direnungkan kemudian dibandingkan, apakah itu sesuai dengan prinsip yang kita pegang?
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment