30 Oct 2017

6 Majalah ABG yang ‘Mati’ Karena Tuntutan Zaman

Edisi review media kali ini husni-magz mau nostalgia majalah-majalah remaja yang zaman now sudah tidak ada alias nggak terbit lagi. Sebagiannya memang sudah blas nggak ada jejak-jejaknya sama sekali, sebagian lagi bertransformasi menjadi media online.

Menurut pengamatan husni-magz sendiri sih, majalah-majalah remaja itu nggak terbit lagi karena memang tuntutan zaman yang sudah tidak berkompromi lagi dengan dunia cetak. Pastinya kamu udah nggak aneh lagi dengan teori ‘media senja kala’. Dimana media-media cetak mulai berguguran di era melek internet seperti zaman now ini. Orang butuh informasi tidak perlu lagi langgananan Koran atau majalah. Tinggal buka portal berita n informasi online beres sudah.
Supaya nggak kepanjangan cerita, langsung aja cekidot

Hai

Majalah yang satu ini adalah majalah remaja cowok Indonesia yang terbit pertama kali pada 5 Januari 1977, dan sejak itu sukses melejit menapaki era keemasan pada tahun 1980-an dan 1990-an.

Pada usia 40 tahun, tepatnya di bulan Juni 2017, Hai menyetop edisi cetak regulernya. Ia beralih wujud mengikuti tantangan zaman ke format digital.Bukan berarti edisi cetak akan sepenuhnya ditiadakan. Ia akan tetap terbit, namun dalam bentuk edisi khusus dan tak secara reguler. Alias pada waktu-waktu khusus.

Dan seperti biasanya, Hai versi digital masih bisa diakses di hai.grid.id.

Majalah Girl

Majalah Girl adalah majalah ABG cewek dwi mingguan yang pertama kali terbit pada tahun 2005 . Pada bulan Januari 2016 majalah Girls tidak terbit setelah 11 tahun menemani ABG Indonesia.

Story

Di antara semua majalah bergenre remaja di atas, Story bisa dibilang menjadi yang paling muda sekaligus paling cepat tutup usianya. Terbit sejak tahun 2009, majalah bulanan Story menawarkan konten yang tak banyak berbeda dengan media remaja sejenisnya, seperti cerpen, info selebriti dan berbagai tips remaja lainnya. Meski, tak sempat mengenal lebih dalam, majalah ini sempat dipasarkan di jaringan ritel minimarket terkenal, hingga akhirnya memutuskan berhenti terbit.

Anita Cemerlang

Tak kalah lawas, Anita juga termasuk salah satu majalah remaja yang cukup mencuri perhatian, sejak terbit pertama kali tahun 1979. Mungkin karena belum banyak majalah saat itu yang khusus menampilkan cerpen atau cerbung di tiap edisinya. Seiring berjalan waktu, tampilan dan konten majalah ini pun mulai berevolusi lebih kekinian. Majalah ini sudah tutup sejak tahun 2002 lalu.

Kawanku

Kawanku ini  termasuk salah satu majalah remaja lawas di mana pertama kali terbit tahun 1970. Majalah yang mengkhususkan diri untuk remaja putri menawarkan banyak informasi seperti majalah remaja umumnya, seperti aneka tips, cerpen, film, liputan kegiatan sekolah dan selebritas.

Salah satu hal tak terlupa dari majalah ini adalah, mereka kerap memberi bonus poster dan pin up selebriti di edisi-edisi tertentu.

Setelah, lebih dari 40 tahun berdiri, majalah ini akhirnya ditutup penerbit Gramedia pada bulan Desember 2016 lalu, setelah sebelumnya mereka juga menutup 7 lini media cetaknya. Kini, Kawanku telah bertransformasi menjadi sebuah situs online cewekbanget yang mewadahi para content creator.

Aneka Yess

Aneka Yess adalah salah satu majalah remaja yang cukup hits dan populer sejak pertama kali terbit tahun 1990. Salah satu hal yang tak terlupakan dan menjadi “soul” dari majalah ini adalah kontes pemilihan Coboy (cover boy) dan Cogirl (cover girl) yang digelar tiap tahunnya, sekaligus menjadi titik awal kelahiran banyak bintang beken di industri hiburan Tanah Air.

Siapa sangka tahun 2014 lalu, menjadi tahun terakhir majalah ini terbit. Setelah berbagai upaya, termasuk sempat menggarap media digital,  akhirnya majalah ini menyerah juga.


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment