26 Sep 2017

8 Keunikan ‘Urang Sunda’ yang Harus Kamu Ketahui

Urang Sunda itu memang unik. Nggak percaya? Simak deh pemaparan Husni-Magz kali ini. Secara kang admin juga orang sunda tulen. Cekidot!

1. Nama urang Sunda umumnya mengalami pengulangan

Dede, Dadan, Yaya, Yana Mulyana, Yuni Wahyuni, adalah beberapa contoh nama khas orang sunda yang ternyata masih eksis sampai sekarang. Belum ada penelitian, sih, kenapa urang Sunda senang memberi nama pengulangan seperti itu.

2. Urang Sunda nggak bisa membedakan pengucapan P, F dan V

“Siapa bilang orang sunda tidak bisa mengucapkan huruf F. Itu PITNAH.”

Nah, mitos yang berkembang katanya orang sunda nggak bisa melafalkan huruf F atau V. iya juga sih, sebagian orang udah pada betah sama huruf P. pengalaman aku sendiri, ketika ngaji iqro dulu, aku sama temen-temen sering ditegur karena melafalkan huruf arab FA dengan PA. Tapi menurutku, mitos ini nggak bener sama sekali, karena nyatanya, orang sunda pintar melafalkannya, terutama saat membaca al-quran.

Hanya saja ketika sedang bercakap-cakap memang kadang tertukar antara p dan f.

3. Urang Sunda bisa mengucapkan akhiran D dan G dengan sangat jelas

Bagi yang bukan urang Sunda, coba ucapkan kata-kata berikut in: UNPAD dan HILEUD (ulat). Pasti kamu mengucapkan akhiran D menjadi T, sehingga pengucapannya adalah UNPAT dan HILEUT. Ya ‘kan?

Sekarang coba ucapkan BELEGUG (tidak tahu sopan santun) dan GABRUG (terkam). Pasti pengucapan kamu adalah BELEGUK dan GABRUK. Dengan kata lain, orang non-Sunda otomatis mengucapkan huruf G menjadi K. Sementara, urang Sunda selalu mengucapkan huruf D dan G di akhir kata dengan sangat jelas. Kalau nggak percaya, suruh temanmu yang urang Sunda untuk mengucapkannya.

 4. Urang Sunda punya intonasi bicara seperti menyanyi

Ketika urang Sunda berbicara, selalu ada intonasi yang mengalun seperti nyanyian. Pertanyaan “Mau kemana?” aja bisa diucapkan dengan sangat mengalun dan mengayun. Mungkin ini sebabnya banyak urang Sunda yang akhirnya menjadi penyanyi #lah

5. Urang Sunda suka makan sayur dan makanan pedas

Untuk poin yang satu ini, saya setuju banget. Sejak kecil, di meja makan saya selalu tersedia lalapan sayur mentah dan sambal. Bahkan saat nggak ada lauk pauk pun, urang Sunda bisa makan dengan nasi putih panas, lalapan dan sambal saja. Mungkin karena cuaca dataran Jawa Barat dingin, ya, sehingga urang Sunda senang makan sambel supaya hot, gitu *maksa* Selain itu, mereka terbiasa makan lalap mungkin karena ada banyak sayuran yang ditanam di tanah Sunda.

6. Urang Sunda punya pembendaharan kata yang sangat banyak

Saat masih duduk di bangku sekolah, pelajaran bahasa Sunda adalah pelajaran yang menurut saya sangat sulit. Soalnya kosakatanya banyak banget! Sebagai contoh, dalam bahasa Sunda, kata “makan” bisa diterjemahkan menjadi 1) tuang, 2) emam, 3) dahar, 4) lelebok, 5) nyatu dan banyak lainnya. Artinya sama-sama “makan”, tetapi penggunaannya tergantung lawan bicara atau konteks kalimatnya. Misalnya, kata “makan” ini mengacu kepada orang tua, teman seumuran, atau binatang? Kalo kamu belajar bahasa sunda, siap-siap mabok deh. hehe

7. Urang Sunda suka menggunakan kata “mah”

Dalam bahasa Sunda, kata “mah” nggak ada artinya dan hanya digunakan sebagai penekanan yang otomatis dipakai saat berbicara. Jadi kalau nggak digunakan, nggak masalah dan nggak mengurangi makna kalimatnya. Hampir sama dengan kata “sih” dalam percakapan orang Jakarta, lah.
Jadi misalnya, “Abdi mah teu terang,” artinya: “Saya, sih, nggak tahu.”

8. Urang Sunda memiliki kosakata ajaib

Dalam bahasa Sunda, ada banyak kosakata ajaib yang susah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apalagi bahasa Inggris! Contoh kosakata ajaib tersebut adalah “buricak burinong” yang berarti “sesuatu yang sangat gemerlapan”, atau “cungkelik cungkedang” yang artinya “susah untuk saya terjemahkan, hanya bisa saya praktekkan.” Wakwaw!


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment