7 Aug 2017

Salah Fikir Oknum Salafi Terhadap Ikhwanul Muslimin


Beberapa oknum salafi sering banget menyebarkan api permusuhan terhadap sesama muslim dengan pemikiran-pemikiran serampangan mereka yang jauh dari salaf. Mereka dengan begitu mudah menuduh hanya dengan satu kesimpulan yang mereka ambil dari beberapa paragraf atau kalimat yang mereka kutip dari kalangan yang mereka fitnah. Dalam hal ini adalah kelompok yang mereka anggap sesat, jauh dari jalan salaf dan teroris; siapa lagi kalau bukan ikhwanul muslimin.

Dalam sebuah postingan di chanel telegram milik salafi indonesia, oknum salafi yang jauh dari akhlak salaf mengutip satu paragraf kalimat yang ditulis oleh Hasan Albana.

Al-Hasan al-Banna mengatakan:

‏نعلن في وضوح وصراحة أن كل مسلم لا يؤمن بهذا المنهاج ولا يعمل لتحقيقه لا حظ له في الإسلام.

"Kami umumkan dengan jelas dan lantang bahwa setiap muslim yang tidak beriman dengan manhaj ini (kelompok al-Ikhwanul Muslimun) dan tidak berbuat untuk merealisasikannya, maka dia tidak memiliki bagian dalam Islam." (Rasail al-Banna, hlm. 103)

Para oknum salafi beranggapan bahwa Hasan al-Bana adalah seorang takfiri dengan perkataannya di atas. Salafi menganggap bahwa loyalitas yang dibangun IM adalah bukan loyalitas islam, tapi atas nama loyalitas organisasi. Selain itu, salafi mengklaim dengan ungkapan Hasan al-Bana di atas, beliau telah mengkafirkan orang-orang di luar IM.
Jelas ini fitnah yang nyata dan bukti kebodohan dan kedangkalan pemikiran para gerombolan salah fikir.
Yang dimaksud oleh Hasan al-Bana adalah para muslim yang tidak mau berdakwah dan tidak mendakwahkan islam di tengah-tengah keburukan yang meraja lela. Maksud manhaj yang dia maksud adalah manhaj dakwah, bukan manhaj IM. Ya, IM adalah salah satu organisasi dakwah yang berada di dalam manhaj dakwah.
Sungguh, betapa mudah salafi membuat kesimpulan tanpa pernah bersikap hati-hati. Padahal para salaf selalu bersikap hati-hati dalam menghukumi sesat tidaknya seseorang. Apalagi ini tanpa tabayun. Hanya sebuah kesimpulan sempit yang konyol dan memalukan.
Sepanjang yang saya tahu, tidak pernah ada anggota IM yang mengkafirkan orang-orang di luar organisasi mereka. Alih-alih meraka adalah kaum moderat yang terbuka dengan siapa pun. Beda halnya dengan salafi, yang begitu gampang menghakimi dan menyebarkan fatwa haram! Haram! Tanpa pernah tabayun, mengedepankan baik sangka dan persaudaraan.



Di postingan yang lain, chanel telegram salafi indonesia menulis pernyataan salah seorang ulama mereka.
Mereka menulis:

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah

‏٨المروجون لكتب الثورات والثوريين ككتب سيد قطب وعزام والظواهري وأبي قتادة... الخ، بلا شك مساهم في التفجير، لأنها مصادر الفكر المنحرف.

Orang-orang yang menyebarkan buku-buku revolusi dan para pengusung revolusi, seperti buku-buku Sayyid Quthub, Abdullah Azzam, Aiman azh-Zhawahiry, Abu Qatadah, dan yang lainnya, tanpa diragukan lagi mereka ikut andil dalam pengeboman, karena buku-buku tersebut merupakan sumber-sumber ideologi yang menyimpang.

Jelas, dengan postingan ini saya merasa penasaran dengan nama-nama yang disebut di atas. Untuk beberapa tokoh seperti Sayyid Qutub dan Abdullah Azzam  saya pernah membaca buku meraka. Saya tidak pernah menemukan aqidah takfiri dalam kitab-kitab mereka sepanjang yang telah saya baca. Jika memang ada, sangat senang saya jika pembaca (Khusunya Salafi) menunjukannya pada saya. Alih-alih buku-buku yang beliau-beliau tulis berkaitan dengan jihad untuk memerangi para penjajah dan orang-orang sekuler yang menghendaki padamnya syariat islam di muka bumi.
Saya tidak habis pikir, apakah yang dimaksud teroris oleh gerombolan salah fikir adalah orang-orang yang mewajibkan perlawanan terhadap penjajahan terhadap tanah kaum muslimin seperti Amerika terhadap Afghanistan dan israael terhadap Palestina? Apakah yang dimaksud salafi adalah orang-orang yang menyebarkan dakwah islam di tengah-tengah komunitas sekuler. Bahkan, bisa jadi, ulama-ulama yang mereka (salafi fitnah) memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Kemudian lebih lanjut chanel salafi mengutip:

Asy-Syaikh Dr. Muhammad Ghalib hafizhahullah

‏٩المهملون لتعليم الناس علم الشرع وعدم إرشادهم إلى التعاون بين الحاكم والمحكوم، والمشغلون للشباب بأناشيد الثورات هم من المساهمين في التفجير.

Orang-orang yang melalaikan untuk mengajarkan ilmu syari’at kepada manusia dan tidak membimbing mereka untuk bekerja sama antara pemerintah dan rakyat, dan orang-orang yang menyibukkan para pemuda dengan nasyid-nasyid pengobar revolusi, mereka juga termasuk orang-orang yang ikut andil dalam pengeboman.
Salafi memang tajam lidah dan pendengki tulen. Revolusi mereka anggap makar. Bagiamana yang terjadi dengan revolusi suriah? Dimana kaum muslimin terdzalimi oleh Rezim Syiah? Mereka mendukung Bashar al-Assad? Bagaimana dengan revolusi Mesir paska pemerintah sah Mursi digulingkan secara tidak hormat oleh militer? Apakah mereka menganggap IM dengan pemerintahannya yang sah telah salah? Intinya, salafi tidak jauh beda dengan orang-orang sekuler yang ingin bermudah-mudah atau bahkan menghilangkan peran islam dalam politik. Sehingga islam dikenal hanya ritual dan sunnah. Mereka giat berdakwah terhadap sunnah, tapi terhadap yang wajib (pemerintahan dengan syariat islam) mereka abai dan masa bodoh.
Salafi....salafi...




Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment