13 Aug 2017

Doa Kami Menyertaimu, White Helmet


Mari kita berdoa untuk 7 syuhada berhelm putih yang tak pernah berhenti berkhidmat untuk Muslim Suriah.
---
Tengah malam 12 Agustus 2017 di tengah tidur lelap melepas lelah bertugas, datanglah para penjahat kemanusiaan mengeksekusi mereka, markaz yang bertempat di kota Sarmin, tenggara kota Idlib pun banjir darah. Keesokan paginya rekan mereka yang datang untuk melanjutkan misi kemanusiaan hanya bisa histeris melihat 7 pejuang WhiteHelmets telah meninggal dengan darah yang membandang.

Innalillahi wa innailaihi rajiun.

Pelaku kejahatan juga membawa kabur mobil operasional, helm putih dan alat komunikasi. Akan tetapi, belum diketahui apakah ini didasari kasus pencurian atau ada tujuan politik yang diinginkan pelaku.

Beberapa foto yang ditunjukkan melihatkan jasad ketujuh korban bergelimpangan di tanah. Seluruh pakaian mereka berlumuran darah.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SHOR), menambahkan para korban mengalami luka tembak di kepala. Mereka ditemukan oleh relawan lain pada pagi hari saat hendak masuk kerja.
Kantor berita AFP melaporkan, puluhan warga ikut mengevakuasi para korban dengan penuh kemarahan. Mereka menangis dan terus mengutuk pelaku penyerangan. Sementara lokasi kejadian sementara ditutup.

Di hari yang sama, mobil operasional White Helmets jenis minibus itu ditemukan di jalan Sarmin-Bansy dalam kondisi terbakar. Seluruh barang yang hilang ikut terbakar di dalam mobil tersebut.
Para aktivis media sosial pun menyakini bahwa kasus pembunuhan itu bukan berlatar belakang perampokan. Namun pelaku memang ingin membunuh para relawan meski tidak diketahui motif yang mendorongnya.

Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), yang mengontrol kota Sarmin, mengutuk keras pembantaian tersebut. HTS berjanji memburu pelaku dan menjamin keamanan mereka di wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan.

White Helmets merupakan sebutan internasional kepada kepada relawan Pertahanan Sipil Suriah. Nama tersebut mulai dikenal luas pada 2016 seiring penghargaan Nobel Perdamaian yang didapatkannya dari PBB.


Nobel itu diberikan karena aksi heroik yang dilakukan organisasi relawan beranggotakan tiga ribu orang ini. Aksi yang paling menyedot perhatian dunia, ketika seorang relawan Pertahanan Sipil berhasil mengevakuasi balita dari reruntuhan bangunan yang hancur oleh serangan rezim dan membawanya ke rumah sakit. Sang balita terluka parah sementara sang relawan terlihat menangis sedih.

White helmet hanya bekerja  di wilayah oposisi. Namun karena kerja kerasnya, masyarakat internasional melihat bahwa White Helmets ini sebagai relawan sejati di Suriah. Mereka pun mendapat kucuran dana dari sejumlah negara, seperti Inggris, Jepang, AS, dan Denmark.

Salah satu tim White Helmets yang syahid bernama Muhammad Abu Kifah, yang video tangisannya memeluk seorang anak perempuan Suriah menjadi viral di seluruh dunia. Anak Suriah salah satu korban serangan udara September 2016.

Kini... memang sudah tidak ada lagi Muhammad Abu Kifah di Idlib, namun akan selalu muncul Abu Kifah - Abu Kifah lainnya di seluruh Suriah bahkan di Indonesia yang siap memberikan waktu dan tenaga demi membantu Muslim Suriah.

Semoga Allah tempatkan syuhada WhiteHelmets di jannah Nya tertinggi, aamiin

#SaveSyria #SaveWhiteHelmets #WeAreWhiteHelmets



Untuk Melihat aksi White helmets secara nyata, tonton video dokumenternya. Anda bisa melihat traillernya di bawah ini


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment