6 Aug 2017

Air Mata Untuk Drama VS Air Mata “Untuk” Allah


Betapa mudah hati kita tersentuh oleh sandiwara para aktor di sinetron atau film drama. Betapa mudah hati kita terenyuh ketika membaca novel atau cerita roman. Ya, memang, alur cerita yang dibuat oleh para sutradara dan novelis memang didramatisir sedemikian rupa sehingga membuat para penonton atau pembaca ikut hanyut dengan alur cerita.

Dan entah kenapa, kita sangat mudah tersentuh, walau kita tahu itu hanya fiktif belaka. Tidak ada kenyataan yang ada di sana. Masih mending jika film atau buku tersebut bercerita tentang kisah perjuangan atau ketabahan dan ketulusan yang terinspirasi dari kisah nyata. Sayangnya, banyak yang mengeluarkan air mata konyol hanya untuk cerita cinta picisan yang dihadirkan film romansa.

Perlu direnungkan oleh kita yang mengaku sebagai muslim, jangan sampai kita membuang air mata kita dengan percuma hanya untuk kisah cinta picisan atau kisah fiktif lainnya. Tanya pada diri kita, apakah kita mengeluarkan air mata yang sama ketika kita mentadaburi ayat-ayat Allah, membaca siroh Rasulullah dan perjuangan para sahabatnya? Jujur saja, bahkan saya sendiri sulit untuk hal itu. Sebaliknya, ketika menonton film begitu gampang kita tersentuh dan terisak-isak pilu.
Kata lain> tangisan palsu, tangisan bayaran> menangis karena Allah

Muslim yang kuat keimanan dan ketakwaannya memiliki hati yang lembut dan mudah tersentuh karena rasa takut terhadap sang Pencipta. Hatinya bergetar ketika mendengar ayat-ayat yang menceritakan tentang Keagungan dan Kekuasaan Allah. Matanya menangis ketika mendengar tentang ancaman neraka dan siksanya yang dahsyat, bibirnya beristighfar dan selalu basah dengan dzikir ketika mengingat tujuan akhir dari kehidupan yang fana. Sehingga air mata merembes dari pelupuk mata. Ketika sujud, ketika menengadahkan tangan dengan penuh kerendahan di sepertiga malam dan dalam kesendirian.

Menangis karena Allah dalam kesendirian adalah termasuk sifat para Nabi dan orang shalih, ini menunjukkan lembutnya hati mereka.

Para Nabi dan orang-orang shalih menangis karena Allah, Allah Ta’ala berfirman,

أولئك الذين أنعم الله عليهم من النبيين من ذريه آدم وممن حملنا مع نوح ومن ذريه إبراهيم وإسرائيل وممن هدينا واجتبينا إذا تتلى عليهم آيات الرحمن خروا سجداً وبكياً

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (Maryam: 58).

Juga di dalam al-Quran surat al-Anfal ayat 2, Allah berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2).
Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,

لأن أدمع من خشية الله أحب إلي من أن أتصدق بألف دينار

Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.

Karena air mata yang keluar karena takut terhadap Allah adalah bukti keimanan dan ketakwaan yang kuat, maka penghargaan yang diberikan Allah pun tidak tanggung-tanggung,
Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عينان لا تمسهما النار ، عين بكت من خشية الله ، وعين باتت تحرس في سبيل الله

Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam (jihad) di jalan Allah” 3, disahihkan Syaikh Al-Albani dalam Sahih Sunan At-Tirmidzi (1338)].

Ya Allah, lembutkanlah hati kami sehingga selalu terpaut kepada-Mu dan menangis karena-Mu.


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment