5 Jun 2017

Kita Hanya Butuh Penilaian-Nya

Kebahagiaan adalah milik orang-orang yang tidak pernah terbelenggu penilaian dari makhluk. Cukuplah bagi kita penilaian Allah Yang Maha Tahu dan Yang Maha Menyaksikan.
Biarlah Allah yang menilai sejauh mana usaha kita, tidak perlu resah dan gundah gulana jika media tidak menyorot aktifitas kita, tidak perlu risau dan sedih jika orang-orang di sekitar kita tidak mempedulikan usaha kita. Tidak perlu merasa takut jika kita tidak memiliki dukungan sama sekali.
Bekerjalah, karena Allah Melihat apa yang kita kerjakan, dan pahala akan ada dan kekal di sisi-Nya. Sedangkan penilaian manusia hanya sepintas lalu yang bisa hilang dan tenggelam.
Dalil. Al-quran
Lihat ke Bawah, Jangan Lihat ke Atas
Banyak orang yang lebih menderita dari kita. Jadi, janganlah kita berkeluh kesah atas takdir yang harus kita terima.
Jika jempol kita terkilir, masih ada orang lain yang lebih menderita disebabkan musibah sehingga terpisah tangan dari badannya. Jika kita mengeluh karena tidak punya sendal atau sepatu bagus, maka lihatlah orang yang bukan sekedar tidak punya sendal, bahkan tidak punya kaki sama sekali.
Jika kita mengeluh karena sakit mata, maka lihatlah mereka yang tidak punya penglihatan sama sekali. Jika kita mengeluh karena makanan yang disantap itu-itu saja, maka lihatlah saudara-saudara kita di Somalia yang berhari-hari tidak makan.
Tapi bukan berarti hanya cukup melihat fenomena tersebut, lalu kita bersyukur karena tidak semenderita orang-orang tersebut.

Menafakuri hikmah dan penderitaan orang lain adalah merenungkan penderitaan mereka dan mencurahkan rasa empati dan memotivasi kita untuk bersabar sekaligus membantu orang-orang yang kesusahan dibanding kita.
Husni Mubarok
Husni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment