14 Feb 2017

cintaku tidak semurah cokelat dan setangkai bunga

SEKARANG hari valentine days (kata orang-orang yang memang biasa merayakan atau menganggap perayaannya sah-sah saja). Dan mau tidak mau kita harus melihat realita yang menyedihkan, bahwa generasi muda kita telah terbius oleh ingar binger valentine days. Yeah, lihat saja, bagaimana iklan-iklan produk yang gencar menampilkan embel-embel valentine days. Belum lagi banyaknya dijual bunga dan cokelat di supermarket atau minimarket yang konon sebagai symbol valentine days.

Ngomongin valentine days, mimin mendapatkan kata-kata puitis yang mengkritisi hari valentine dati telegram ustadz Feliz Siauw. Berikut senarainya:

Kiblat Cinta

Mereka yang berkiblat pada Romeo dan Juliet, mewakilkan cintanya pada kata-kata manis nan gemulai, membisikkan rayuan yang meramu syahwat, membangkitkan nafsu

Sama saja dengan yang tergila-gila pada kisah Laila dan Qais si Majnun, yang mengejar cinta mati-matian sampai hilang akalnya karena memuja wanita dengan pilu sembilu

Bagi mereka cinta hanya gairah dan urusan romantisme, berlomba melambangkan cinta dengan segala bentuk fisik, hari-hari ini cinta direduksi hanya sekedar cokelat dan bunga

Cinta yang gugur kelopaknya satu persatu bersama dengan waktu, cinta yang meleleh sebab panasnya hari dan menyisakan sesal, cinta yang tak hakiki tapi memaksa dan terburu-buru

Sedang mereka yang menjadikan Muhammad saw sebagai teladan, memahami bahwa Rasulullah, pecinta paling sempurna itu, ajarkan bahwa cinta itu intinya ialah ketaatan

Rasulullah bagikan bahwa satu-satunya jalan cinta bagi lawan jenis adalah pernikahan, sebab disitu terkumpul sekutunya cinta, tanggung jawab, kasih sayang, ketenangan

Tak ada cinta tanpa yang menurunkannya, karenanya Rasulullah memberikan konsep cinta karena Allah, sebab Allah sebelum segalanya dan takkan lekang setelah segalanya

Cinta karena Allah artinya kita lebih mengenal Allah, lebih banyak bersama Allah, lebih tahu tentang Allah, lebih mau berkorban karena Allah, lebih daripada segalanya

Maka cinta karena Allah ini tak memerlukan tangis dan rayu sebelum pernikahan, ia menafikkan nikmat dan senang sebelum akad dilangsungkan, ia cinta yang menghidupkan

Ia cinta yang menuntun pada ketaatan pada pencipta cinta, bukan malah memandu untuk maksiat. Jangan tanya romantisme, sebab Allah yang menurunkan rasa cinta antara mereka

Jangan repot dengan perayaan cinta, khawatirlah dengan siapa yang paling kita cintai, karena siapa kita mencinta, bagaimana kita mencinta, sebab semuanya ada tanggungannya

Bila belum siap nikah, tak ada persiapan nikah, apalagi pacaran yang pasti maksiatnya. Jalan dakwah menantimu wahai pemuda, kebangkitan Islam memanggil-manggil

Jangan bilang cinta bila belum mengenal Allah, jangan bicara ingin membangun rumah tangga bila berdiri dalam kebenaran dan kebaikan pun belum mampu, benahi diri saja dulu

Ada saatnya, bagi yang Allah cinta, Allah akan pilihkan yang terbaik dari yang dicintainya, agar mereka sama-sama mencinta karena Allah, dengan cinta yang menambah ketaatan
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment