12 Feb 2017

anget-anget tai ayam

Hmm...mungkin judul di atas terkesan menjijikan ya. Tapi memang begitu pribahasanya, Hangat-hangat tahi ayam. Aneh kan, ada pribahasa kayak gitu. Kalo nggak salah sih (mudah-mudahan nggak salah) pribahasa ini menggambarkan pribadi orang yang nggak konsisten. Semangat di awal doang, ujung-ujungnya nggak karuan alias mandek. Lho, apa hubungannya ama tahi ayam?

Ekhm, oke, sebenarnya aku paling males ngebahas hal-hal yang menjijikan, tapi karena takut rasa penasaran pembaca menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan (stress dan depresi misalnya) maka terpaksa saya bahas. Katanya sih, tahi ayam yang baru brojol dari –teeet (sensor)- itu awalnya anget-anget kuku, hehe. Tapi beberapa menit kemudian menjadi dingin karena faktor....cuaca! oleh karena itu, dimakan sebelum dingin. Nah lho.

Nah, begitu juga dengan semangat. Sebagian orang ada yang semangat di awal tapi kemudian menjadi cepat bosan, mandek, futur, bete dan bla bla bla.. kenapa bisa begitu? Bisa jadi karena kurang motivasi, kurang kemauan, pengen enak doang, nggak kuat sama tantangan yang menghadang bagai ombak besar di samudera fasifik di musim....halaah....kehabisan kata-kata ding. Intinya sih, pribahasa anget-anget tahi ayam menggambarkan orang yang punya cita-cita atau harapn, kemudian mengerjakan faktor yang menyebabkan cita-citanya tercapai, tapi mandek di tengah jalan. Atau bisa juga menggambarkan orang yang Cuma semangat di awal doang. Moga-moga aku benar.

For the example, seorang perempuan yang semangat pake hijab di awal, tapi karena banyak yang nyinyir dan ngetawain, akhirnya ia copot tuh hijab. Ato seorang cowok yang mecoba nggak isbal (isbal itu apa sih? Cari aja di mbah google bro. Udah zaman teknologi.) tapi karena diledek kena banjir akhirnya keder n nggak mau lagi coba-coba pake celana yang nggak isbal.

Anjuran untuk istiqomah

Well, lalu gimana biar kita nggak terkena virus ‘anget-anget tai ayam’. Jawabannya kita kudu istiqomah. Ini bukan nama cewek ya. Apalagi nama masjid. Istiqomah artinya, berpegang teguh pada pendirian dan tidak goyah dihadang ombak besar dan badai samudera fasifik yang mengganas di musim...(halaah, koq gue jadi ngacapruk gini ya, maklum, belum minum aqua)
Jadi intinya, istiqomah itu adalah terus berada dalam jalur kebenaran dan tidak patah semangat binti putus asa dalam menghadapi halangan dan rintangan yang selalu (stop!! Kepanjangan. Fokus!)

Padahal guys, Rasulullah saw jauh-jauh hari telah bersabda di dalam hadits yang diriwayatkan imam Musilm, bahwa kita harus istiqomah.

Dari Abu ‘Amr, dan ada yang mengatakan dari Abu ‘Amrah Sufyân bin ‘Abdillâh ats-Tsaqafi Radhiyallahu anhu, yang berkata : “Aku berkata, ‘Ya Rasulullah! Katakanlah kepadaku dalam Islam sebuah perkataan yang tidak aku tanyakan kepada orang selain engkau.’ Beliau menjawab, ‘Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah Azza wa Jalla,’ kemudian istiqâmahlah.’”

Nah, gitu sob. Kita harus istiqomah dalam hal apa pun. Istiqomah dalam keimanan dan memegang teguh ajaran islam. Coba kalo orang yang nggak istiqomah. Dia keseret ke sana sini. Keseret arus zaman dan badai fitnah yang menghadang bagai ombak besar yang....(pengen gigit bantal saking nggak fokusnya)

Seorang remaja yang nggak konsisten n istiqomah dengan keimanannya akan mudah tergoda dengan berbagai hal yang merusak. Free sex, drugs n rock n roll, etc deh.

Selain istiqomah dalam keimanan, kita juga kudu istiqomah dalam mengejar cita-cita (emang layangan putus mesti dikejar-kejar), kita mesti istiqomah dalam berakhlak yang baik dan lain sebagainya.

Amalan yang paling dicintai Alloh

Padahal guys, amalan yang paling dicintai di sisi Alloh swt adalah amalan yang terus menerus dilakukan, alias bukan amalan yang anget-anget tai ayam. Semangat di awal doang. Shalat malamya semangat setelah mendengar atau membaca kajian tentang keutamaan dan hikmah salat malam. Eh, beberapa hari kemudian, tidurnya kebluk lagi, alarm bunyi diabaikan dan langsung dimatiin.

Padahal Rasulullah saw sudah mewanti-wanti di dalam salah satu haditsnya

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”
’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

Nah, yang terpenting bukan banyak atau sedikitnya. Yang terpenting adalah kontinyuitasnya. Betul, betul, betul. Walaupun amalan banyak juga penting. Banyak tapi kontinyu, itu lebih keren lagi. Tapi kalo emang nggak kuat banyak-banyak, ya dikit-dikit aja dulu.nyicil gitu lho. Kan ada pribahasa, dikit-dikit lama-lama jadi habis, eh salah, itu mah teori anak kos yang ngirit dana bulanan. Yang bener, dikit-dikit lama-lama jadi bukit.

Well, gue nggak mau memperpanjang kata sampai berbusa-busa. Takut kalian pada boring, mending kalo gue ganteng, karena aslinya ganteng banget kayak aktor leonardo de capcay. Haha. Oke. Thanks for your nice attention. Keep spirit n jauhi virus anget-anget tai ayam!

Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment