8 Jan 2017

LARANGAN KIKIR DAN TAMAK

Pendengar yang dirahmati Alloh l/ pada kesempatan yang lalu kita telah menyimak pentingnya infak atau mengeluarkan harta di jalan Alloh l// pada kesempatan kali ini/ kita akan membahas kebalikan dari sifat dermawan/ kita akan mengupas kebalikan dari orang-orang yang gemar menginfakan hartanya di jalan Alloh l/ apa itu?// yaitu sifat kikir dan tamak//
Pendengar/ kikir atau pelit dan tamak atau rakus terhadap harta adalah sifat tercela yang sudah seharusnya dijauhi oleh setiap muslim//
Banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang hal ini// diantara hadits tersebut adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah a/ jabir berkata bahwa Rasulullah n pernah bersabda//
 اتَّقُوا الظُّلْمَ ؛ فَإنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ . وَاتَّقُوا الشُّحَّ ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ
Rasûlullâh n bersabda/‘Berhati-hatilah kalian terhadap kezhaliman karena kezhaliman itu adalah kegelapan di hari Kiamat// Dan berhati-hatilah kalian terhadap sifat kikir karena kekikiran itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian// Kekikiran itu mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan kehormatan mereka//
Hadits riwayat muslim//
Pendengar yang budiman/ di dalam hadits yang telah kita simak barusan/ di situ ada kalimat yang berbunyi
وَاتَّقُوا الشُّحَّ ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
Dan berhati-hatilah kalian terhadap sifat kikir atau bakhil/ karena kekikiran atau kebakhilan itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian//
Pendengar yang dirahmati Alloh l/ di sini Rasulullah n mengatakan bahwa kekikiran telah membinasakan orang-orang sebelum kita// siapakah mereka?// mungkin diantara pendengar sudah tidak asing lagi dengan sosok Qorun// Qorun terkenal dengan sifat kikirnya dan berbangga-bangga dengan hartanya yang melimpah// kemudian Alloh l membinasakannya dengan menenggelamkannya ke dalam bumi beserta harta yang dia kumpulkan//
Selain kisah Qorun kita juga bisa bercermin dari kisah pemilik kebun yang diceritakan oleh Alloh l di dalam surat Al-Qolam ayat 17 sampai ayat 33//
Di dalam surat tersebut disebutkan ada dua pemilik kebun yang berniat untuk memetik buah-buahan di kebun mereka besok pagi// tetapi pendengar/ mereka berniat untuk memetik hasil kebun mereka di pagi buta supaya orang-orang miskin tidak melihat mereka// mereka takut orang-orang miskin meminta hasil kebun mereka//
Lalu pendengar apa yang terjadi kemudian?// Rupanya niat buruk mereka yang berangkat dari sifat kikir Alloh balas dengan balasan yang menyakitkan// malam harinya Alloh memusnahkan kebun mereka yang ranum dengan buah-buahan tanpa tersisa// pendengar mungkin bisa membayangkan bagaimana reaksi pemilik kebun tersebut ketika mereka bangun di pagi hari yang masih gelap dan melihat kebun mereka sudah musnah// tidak tersisa sedikit pun//
Pendengar yang budiman/ selain mendapatkan kemurkaan dari Alloh l dengan wujud musnahnya harta-harta atau bahkan menderitanya si pemilik harta/ sifat kikir dan tamak juga menyebabkan kerusakan yang lebih besar// Diantara akibat buruk dari sikap kikir dan tamak adalah terputusnya silaturahim dan hubungan kekeluargaan/ terjadinya pertumpahan darah dan permusuhan// hal ini sebagaimana disebutkan di dalam hadits Rasulullah n yang berbunyi//
حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ
Kekikiran itu mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan kehormatan mereka//
Dengan sikap tamak terhadap harta/ seseorang tidak akan pernah memikirkan bagaimana cara mendapatkan harta yang dia inginkan// yang ada di pikirannya adalah/ yang penting mendapatkan harta yang dia inginkan// tidak peduli halal haram/ tidak peduli dengan segala batasan-batasan//
Seorang perempuan bisa menjual harga dirinya hanya karena ingin harta yang banyak dan fasilitas yang mewah// seseorang bisa membunuh saudara kandungnya hanya gara-gara perselisihan harta warisan// seseorang bisa membuat fitnah dan berita bohong hanya untuk menjatuhkan lawan atau rival bisnisnya// kita berlindung kepada Alloh l dari semua hal yang buruk tersebut//
Pendengar yang budiman/ sikap kikir dan tamak selalu bersanding dengan sikap zalim// seseorang yang kikir berarti menzalimi orang-orang yang lemah dan fakir di sekitarnya//
Oleh karena itulah/ Alloh l berfirman di dalam quran surat Al-Hasyr ayat 9/
وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran/ maka mereka itulah orang-orang yang beruntung//
Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang yang tidak menjaga dirinya dari kekikiran/ dia tidak beruntung// Karena orang yang beruntung adalah orang yang dijaga oleh Allâh dari kekikiran//
Pendengar yang dirahmati Alloh l/ kikir itu banyak jenis dan macamnya// Ada orang yang sangat kikir ketika ia dipinta zakat/ jangankan infak atau shodaqoh terhadap orang-orang miskin/ kadang zakat pun lupa// Ada juga orang yang kikir dan pelit terhadap dirinya sendiri/ istrinya dan anak-anaknya// Ia terlalu pelit menafkahi kebutuhan istri dan anak-anaknya hingga mereka terlantar// padahal harta ada di tangannya// ada juga orang yang kikir kepada kerabatnya termasuk orang tua yang ada di dalam tanggungannya/ kemudian kikir terhadap teman-temannya/ tamu dan orang-orang miskin di sekitarnya//
Oleh karena sangat bahayanya sifat kikir ini sampai-sampai Allah l kembali berfirman di ayat yang lain yang berkenaan dengan kikir ini//
Di dalam Quran surat Ali Imran ayat ke 180/ Alloh l menyebutkan bagaimana buruknya sifat kikir di hadapan-Nya//
وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَهُمْ ۖ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَهُمْ ۖ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allâh kepada mereka dari karunia-Nya/ mengira bahwa kikir itu baik bagi mereka// padahal kikir itu buruk bagi mereka// harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan di lehernya pada hari Kiamat//  Milik Allâh-lah apa yang ada di langit dan di bumi// Allâh Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan//
Pendengar/ keimanan yang benar tidak akan tercampur dengan sifat kikir dan tamak// Jika ada orang yang mengaku beriman tapi sifat kikir masih ada di dalam dirinya/ maka perlu dipertanyakan keimanannya// mengenai hal ini ada hadits Rasulullah n yang mengatakan tentang hal ini//
لَا يَـجْتَمِعُ الْإِيْمَانُ وَالشُّحُّ فِـيْ قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا
Tidak akan pernah berkumpul antara keimanan dan kekikiran di hati seorang hamba selama-lamanya//
Hadits yang barusan kita sebutkan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An-Nasai di dalam kitab mereka//
Bahkan di hadits yang lain disebutkan bahwa sifat kikir adalah sifat yang membinasakan// bisa saja membinasakan kehidupan dirinya/ kemaslahatan keluarganya/ memusnahkan keberkahan dari hartanya bahkan membinasakan harta secara fisik sebagaimana kisah pemilik kebun yang di awal sudah kita simak bersama//
Rasulullah n bersabda
ثَـلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Ada Tiga perkara yang membinasakan yaitu kikir yang ditaati/ hawa nafsu yang diikuti/ dan takjubnya seseorang terhadap dirinya sendiri//
Oleh karena itu pendengar/ semoga kita terhindar dari sifat kikir atau pelit dan sikap tamak dan rakus terhadap harta// karena sejatinya pendengar/ harta yang menjadi simpanan itu bukan harta yang ada di dalam genggaman kita// bukan pula uang yang ada di rekening kita// tapi harta simpanan yang paling kekal itu adalah harta yang kita infakkan dengan pahala yang tersimpan di catatan amalan kebaikan kita//
Demikian pembahasan kita kali ini// semoga bermanfaat dan memotifasi kita untuk selalu menjadi hamba yang dicintai Alloh l//
Akhirul kalam/ wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh//


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment