8 Jan 2017

KEUTAMAAN ZUHUD

Pendengar yang dirahmati Allah l/ hidup zuhud adalah hidup yang dicontohkan oleh Rasulullah n / para sahabat/ tabi’in dan tabiut tabi’in/ yang mana dengan mengetahui hal itu kita sudah sepantasnya mencontoh kehidupan mereka//
Pendengar/ Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa yang yang dimaksud dengan zuhud adalah melakukan ibadah secara terus menerus// selain itu ada juga yang beranggapan bahwa zuhud itu adalah meninggalkan kehidupan dunia secara total// mereka beranggapan bukan orang yang zuhud orang yang masih melakukan bisnis dan pekerjaan// bukan orang yang zuhud orang yang mengenakan pakaian yang wangi dan bagus// benarkah demikian?//
Padahal pendengar/ yang dimaksud dengan zuhud  adalah meninggalkan ketamakan dalam urusan dunia yang menyebabkan ia lupa dalam ketaatan kepada Allah l / Dengan kesibukannya terhadap dunia ia lengah untuk mencari bekal hidup di akhirat nanti//
Maka, jika kita mampu melakukan bisnis di jalan yang halal sekaligus melakukan ketaatan dengan harta yang kita peroleh kenapa tidak?// jika kita bekerja untuk menafkahi keluarga dan anak-anak kita/ menyantuni saudara dan kedua orang tua kita/ kenapa tidak?// Namun yang menjadi catatan/ jangan sampai kita terlena dengan dunia yang terpampang di hadapan kita// Maka sudah seharusnya kita selalu mempertebal keimanan dan ketakwaan di dalamnya//
Nabi n  pernah  bersabda kepada salah seorang sahabat yang datang kepada beliau/ Sahabat itu meminta kepada beliau untuk memberi tahu satu amalan yang dengan mengamalkannya bisa mendapatkan cinta dari Allah l  sekaligus cinta dari manusia// Lalu apa jawab Rasulullah n? Beliau mengatakan/
اِزْهَدْ فِـي الدُّنْيَا ، يُـحِبُّكَ اللّٰـهُ ، وَازْهَدْ فِيْمَـا فِي أَيْدِى النَّاس ، يُـحِبُّكَ النَّاسُ
Yang artinya/ Zuhudlah terhadap dunia/ niscaya engkau dicintai Allah/ dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia/ niscaya engkau dicintai manusia//”
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah di dalam Kitab sunannya//
Kalau ini dilakukan/  pasti Allah mencintai kita// Selain zuhud sebagaimana pengertian yang kita  simak tadi/ hendaknya kita tidak berhasrat memiliki apa yang tidak kita punya/ sehingga timbul hasrat ingin merebut yang bukan hak kita itu//  Boleh saja kita ingin mempunyai yang seperti milik orang lain/ tetapi carilah yang lain dan jangan yang sudah menjadi milik orang lain itu dirampas//  Inilah yang diartikan zuhud dengan apa yang ada pada  manusia atau orang lain//
Kalau hal ini kita sadari/ maka tak ada seorang pun yang membenci kita/ tak akan ada juga orang yang merasa terancam dengan kehadiran kita// Kita tentu disukai sebab kita pandai bergaul dan menghormati milik orang// Demikianlah dua pengertian zuhud dalam Islam//  Maka apabila diartikan lebih dari ini/ jika kita beranggapan bahwa zuhud itu harus hidup layaknya pertapa atau biksu yang tidak mengenal dunia/ maka teranglah bahwa itu bukan berasal dari ajaran Allah l  dan RasulNya/ tetapi buat-buatan manusia biasa atau mungkin penjiplakan dari agama lain atau dari ilmu yang tidak diridhai oleh Allah semacam klenik dan sebagainya//
 Lihatlah sejarah Rasulullah n /  Beliau adalah sezuhud-zuhudnya manusia di dunia ini/ tetapi beliau n  pula yang bersabda/ "Badanmu itu wajib kamu penuhi haknya//" Jadi makan minumnya/ pakaiannya/ kesenangannya dan lain-lain yang tidak menyebabkan zuhud kita cacat// karena semua itu adalah kebutuhan tubuh kita yang tidak mungkin akan kita tinggalkan//
Beliau n  juga tidur dan beristirahat/menikah/bersenda-gurau/ berkumpul dengan keluarganya dan lain-lain lagi //
Pendengar yang dirahmati Allah l/ mari kita simak hadits selanjutnya yang berkenaan dengan sifat zuhud tersebut// Diterima dari Abu Sa’id Al-Khudri a bahwa Rasulullah n pernah bersabda//
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا، وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بْنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاء
 Yang artinya/ Sesungguhnya dunia ini manis dan indah//  Dan sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla menguasakan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya/  lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat//  Oleh karena itu/ berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita/ karena fitnah yang pertama kali terjadi pada Bani Israil adalah karena wanita//
Hadits ini shahih dan Diriwayatkan oleh Imam  Muslim //
Hadits ini memberi kabar kepada kita bagaimana sifat dunia itu// Sebagaimana kita ketahui/ banyak orang yang melakukan segala cara dan daya untuk mendapatkan harta dunia// Mereka tidak peduli dengan status harta yang mereka dapatkan// Apakah harta itu harta yang halal/ syubhat/ atau haram//
Dengan kenyataan itu/ benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah n bahwa dunia itu manis dan indah//  Dan Allah menguasakan dunia kepada kita semua// Tapi pendengar sekalian/ Allah tetap akan melihat apa dan bagaimana cara kita dalam mendapatkan dan menggunakan harta yang diamanahkan kepada kita//
Berangkat dari hal tersebut/ Rasulullah mewanti-wanti kita semua untuk berhati-hati terhadap dunia dan segala perhiasannya termasuk wanita//
Mengenai hal ini/ Allah l telah berfirman di dalam Quran surat Ali Imran ayat 14
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan/ berupa perempuan-perempuan/ anak-anak/ harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak/ kuda pilihan/ hewan ternak dan sawah ladang// Itulah kesenangan hidup di dunia/ dan di sisi Allâh-lah tempat kembali yang baik//
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman di dalam quran surat al-Kahfi ayat 7 yang berbunyi//
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Yang artinya/Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka/ siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya//
Pendengar yang berbahagia/ harus kita sadari bahwa semua kenikmatan dan kesenangan dunia adalah ujian dari Allah l/ Allah l akan memperhitungkannya kelak di hari kiamat// Jika kita hidup di dunia dengan cita-cita akhirat/ kemudian menjadikan dunia yang ada di genggaman kita sebagai sarana untuk mendapatkan akhirat/ Insya Allah/ hidup kita akan dilimpahi keberkahan dan kita akan memanen apa yang kita inginkan di akhirat kelak//
Sebaliknya pendengar/ jika hidup kita hanya berorientasi dunia saja/ tidak pernah memikirkan kehidupan setelah dunia atau akhirat// Kemudian kita membelanjakan atau menggunakan harta-harta kita untuk kesenangan kita/ kita tidak pernah menginvestasikan atau menyisakan harta kita untuk akhirat/ maka kita hanya mendapatkan kelelahan// memang benar/ kita mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan/ tapi kesenangan dan kebahagiaan itu adalah kesenangan semu// Hidup kita merasa sempit karena terjajah oleh harta kita sendiri// sementara keberkahan menjauhi harta kita// yang lebih sengsara lagi/ kita tidak mendapatkan bagian apa-apa di akhirat nanti//
Pendengar yang berbahagia/ semoga dengan paparan tadi/ kita semakin giat dalam beribadah sekaligus selalu memperhatikan kehidupan dunia kita// Sudahkah kita mendapatkan harta kita dengan jalan yang benar?/ sudahkan kita menyisihkan sebagian harta yang kita dapatkan untuk kemaslahatan akhirat kita?/ kemudian pertanyaan yang paling penting/ dimanakah kita menyimpan rasa cinta kita? Apakah rasa cinta terhadap dunia melebihi cinta kita pada Allah l?//

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di rubrik syarah hadits edisi mendatang//
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment