8 Jan 2017

ANJURAN BERINFAK DENGAN KEYAKINAN KEPADA ALLAH

Pendengar yang dirahmati Alloh  /  banyak ayat-ayat al-Quran yang berbicara tentang infak// ditambah dengan hadits Rasulullah n yang memotivasi dan mendorong ummatnya untuk gemar berinfak//
Seberapa penting posisi infak di dalam ajaran islam?// pendengar yang budiman/ dengan infak seorang muslim bisa dilihat sejauh mana bukti keimanan yang ia akui// karena infak adalah barometer kuatnya keimanan seorang muslim//
Bahkan pendengar/ di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim menyebutkan bahwa malaikat mendoakan kejelekan untuk orang yang bakhil mengeluarkan hartanya//
Hadits yang dimaksud diriwayatkan dari abu Hurairah  a  bahwa Rasulullah n  pernah bersabda//
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.
Tidak satu hari pun dimana seorang hamba berada padanya/ kecuali dua Malaikat turun kepadanya// Salah satu di antara keduanya berkata/ ‘Ya Allah/ berikanlah ganti  bagi orang yang berinfak// Sedangkan yang lainnya berkata/‘Ya Allah/ hancurkanlah harta orang yang kikir'//
Pendengar yang dirahmati Alloh  / berinfak juga membuktikan bahwa kita tidak terlena dengan segala hal yang ada di dunia// kita tidak terlena dengan gemerlap dan kenikmatan dunia yang berwujud harta// karena bagaimana pun juga pendengar/ semua harta yang kita miliki adalah bentuk ujian diantara ujian-ujian yang diberikan Alloh l  kepada para hambanya//
Tentunya pendengar/ kita ingin kita lulus dari ujian harta ini// sebagaimana ingin lulusnya anak sekolah dari Ujian Akhir sekolah mereka//
Selain hadits yang kita simak bersama/ ada juga hadits yang lainnya yang berkenaan tentang motivasi berinfak// hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab sahihnya/ dan diterima dari Abu Hurairah a/ bahwa Rasulullah n bersabda//
قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَاابْنَ آدَمَ! أَنْفِقْ عَلَيْكَ
Allah Yang Mahasuci lagai Mahatinggi berfirman/ ‘Wahai anak Adam!’/ berinfaklah/ niscaya Aku berinfak kepadamu//
Bayangkan pendengar/ melalui hadits qudsi yang barusan kita simak/ Alloh l berjanji bahwa dia akan berinfak kepada orang yang berinfak// tentunya infaq di sini adalah kiasan// apa yang dimaksud Alloh l berinfak kepada orang-orang yang berinfak?// maksudnya adalah bahwa Alloh l akan memberikan dan melimpahkan rizki kepada kita sebagai bentuk balasan karena kita telah berinfak// selain itu bisa juga bermakna bahwa Alloh l menurunkan keberkahan di dalam harta yang kita miliki//
 Imam An-Nawawi berkata//“Firman Allah dalam hadits Qudsi yang berbunyi/ ‘Berinfaklah/ niscaya Aku berinfak kepadamu/ adalah makna dari firman Allah dalam Al-Qur’an surat Saba’ ayat 39//
4 !$tBur OçFø)xÿRr& `ÏiB &äóÓx« uqßgsù ¼çmàÿÎ=øƒä ( uqèdur çŽöyz šúüÏ%꧍9$# ÇÌÒÈ  
Dan apa saja yang kamu infakkan/ Allah akan menggantinya/ dan Dialah pemberi rizki yang terbaik yang akan menggantinya//
Ayat ini mengandung anjuran untuk berinfak dalam berbagai bentuk kebaikan/ serta berita gembira bahwa semua itu akan diganti atas karunia Allah l/
Selain itu juga/ kita harus yakin bahwa infak adalah salah satu pintu rizki diantara pintu-pintu rizki lainnya yang telah dijanjikan Alloh l// kita juga harus yakin bahwa dengan berinfak/ kita mempunyai satu kunci rizki yang telah dijanjikan Alloh l//
Jangan sampai dengan berinfak kita takut miskin// karena kenyataannya/ banyak yang merasa sayang untuk mengeluarkan infak karena merasa infak mengurangi hartanya// Ini adalah salah satu perangkap setan yang sangat mudah menggelincirkan seseorang kepada sikap kikir//
Alloh l berfirman di dalam Quran surat al-Baqoroh ayat 268//
ß`»sÜø¤±9$# ãNä.ßÏètƒ tø)xÿø9$# Nà2ããBù'tƒur Ïä!$t±ósxÿø9$$Î/ ( ª!$#ur Nä.ßÏètƒ ZotÏÿøó¨B çm÷ZÏiB WxôÒsùur 3 ª!$#ur ììźur ÒOŠÎ=tæ ÇËÏÑÈ  
Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan atau kikir/ sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia// Dan Allah Mahaluas karuniaNya lagi Maha Mengetahui//
Dalam menafsirkan ayat yang mulia ini/ Ibnu Abbas a mengatakan bahwa ayat ini bermakna/ Dua hal dari Allah/ dua hal dari setan// apa yang dimaksud dua hal dari Alloh l dan dua hal dari setan?// maksudnya adalah/ Setan menakut-nakuti dengan kemiskinan// Setan membisiki orang tersebut dengan bisikan yang terkesan masuk akal// setan membisiki bahwa dia masih membutuhkan harta itu// dia dibayang-bayangi bagaimana susahnya mencari harta//
Adapun yang dimaksud Dan dua hal dari Allah adalah// “Allah menjanjikan untuk kita ampunan atas kemaksiatan yang telah kita lakukan dengan infak yang kita keluarkan// selain itu Alloh l juga menjanjikan keberkahan dan ganti dari rezeki yang kita keluarkan untuk infak//
Pendengar yang budiman/ kadang kita selalu hitung-hitungan dengan matematika logika manusia// padahal matematika Alloh l beda dengan matematika kita// jika kita mengeluarkan harta pada hakikatnya harta kita akan bertambah// baik bertambah di dunia dengan bentuk harta yang berlipat/ maupun pahala di akhirat yang tiada batas//
Memang secara fisik/ harta kita berkurang/ tapi kita tidak pernah tahu apa yang akan disiapkan Alloh l sebagai balasan terhadap kita//
Pendengar yang dirahmati Alloh l/ ada satu riwayat yang menceritakan bagaimana luasnya karunia Alloh l/ dan betapa dekatnya keberkahan kepada orang-orang yang selalu berinfak// Berikut ini kami ringkaskan satu bukti dalam masalah ini// Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa Nabi n pernah menceritakan sebuah kisah yang penuh ibroh di dalam salah satu sabdanya//
Rasulullah menceritakan bahwa pernah ada seorang lelaki yang berdiri di tanah lapang/ tiba-tiba ia mendengar suara dari awan// ‘Siramilah kebun si fulan!’//
 Maka awan itu bergerak dan menuangkan airnya di areal tanah yang penuh dengan batu-batu hitam// Di sana ada aliran air yang menampung air tersebut// Lalu orang itu mengikuti ke mana kira-kira air itu mengalir//
Tak berapa lama Tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya// Ia mendorong air tersebut dengan sekopnya ke dalam kebunnya// Kemudian orang itu  bertanya kepada pemilik kebun/ ‘Wahai hamba Allah!/ siapa namamu ?/ Ia menjawab/‘Fulan’/ yakni nama yang didengar di awan//  pemilik kebun itu  balik bertanya/ ‘Wahai hamba Allah!/ kenapa engkau menanyakan namaku ?/ orang itu menjawab/ ‘Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang menurunkan air ini/ Suara itu berkata/ ‘Siramilah kebun si fulan!/Dan itu adalah namamu// Apa sesungguhnya yang engkau lakukan ?//
Ia menjawab/ Jika itu yang engkau tanyakan/ maka sesungguhnya aku biasa menghitung keuntungan yang didapat dari kebun ini/ laluku mengeluarkan sepertiganya untuk sedekah/ sepertiganya aku gunakan untuk makan keluargaku/ sepertiganya aku gunakan untuk menanam kembali//
Imam An-Nawawi berkata mengatakan di dalam penjelasannya bahwa Hadits itu menjelaskan tentang keutamaan bersedekah dan berbuat baik kepada orang-orang miskin// Juga keutamaan seseorang yang makan dari hasil kerjanya sendiri/ termasuk keutamaan memberi nafkah kepada keluarga//
Pendengar/ dari paparan yang telah kita simak bersama/ sudah selayaknya kita menganggap penting arti infak bagi kemaslahatan kehidupan kita// karena sejatinya rezeki yang ada pada kita adalah titipan Alloh l yang harus ditunaikan haknya// salah satu hak harta tersebut adalah mengeluarkan sebagiannya untuk berinfak//
Demikian pendengar/ semoga pembahasan kita kali ini memberi kita pencerahan dan pengetahuan// sampai jumpa di edisi mendatang//
Wassalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh//


Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment