29 Dec 2016

ROJA’ (PENGHARAPAN KEPADA ALLAH )

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


Sebagai seorang muslim kita harus meyakini bahwa rahmat Allah l begitu luas. Kasih sayangnya selalu meliputi seluruh makhluk di bumi ini. Dan kasih sayang yang sempurna akan allah l anugerahkan kepada kaum beriman di alam akhirat kelak.

Oleh karena itu, tidaklah layak bagi seorang muslim berputus asa dari rahmat allah l yang luas tersebut. Ia harus selalu optimis bahwa Allah akan memberi dia keutamaan dan kebaikan, selama kita beriman dan beramal solih.

Syaikh Zaid bin Hadi pernah mengatakah roja’ adalah akhlak kaum beriman. Berarti jika di dalam jiwa kita tidak ada sifat roja, atau pengharapan atas rahmat, maghfiroh dan kasih sayang Allah, berarti patut dipertanyakan iman kita, sudahkan kita beriman dengan sungguh-sungguh?

Ada orang yang sudah merasa tanggung dengan dosa-dosa yang sudah ia lakukan, sehingga ia tidak mau berusaha memperbaiki diri dan bertaubat kepada Allah l. Ia beranggapan bahwa Allah l tidak mungkin mengampuni dosa-dosanya.

Berkaitan dengan hal ini, rasulullah n pernah bersabda di dalam salah satu haditsnya yang diriwayatkan oleh imam bukhari dan imam muslim a 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ – هُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ ، وَهْوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ – إِنَّ رَحْمَتِى تَغْلِبُ غَضَبِى »

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku

Tapi bukan berarti rahmat Allah itu tidak bersyarat,Allah l telah menyatakan bahwa rahmat-Nya hanya akan diturunkan terhadap orang-orang yang takwa. Hal ini disebutkan di dalam penggalan surah Al A’raf  ayat 156


Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa

Dari hadits yang kita simak tadi kita mengetahui bahwa rahmat Allah l sangatlah luas. Bahkan rahmatnya  mengalahkan kemurkaan-Nya.

Ada juga orang yang meremehkan dosa-dosanya karena merasa Allah l akan mengampuni dosa-dosanya selama ia tidak melakukan kesyirikan. Dia beranggapan Allah akan memudahkan hisab amalan-amalannya selama dia tidak keluar dari agama Islam.

Padahal Imam Nawawi pernah menjelasan di dalam syarah kitab Riyadhush Sholihin,bahwa  roja’ yang terpuji hanya ada pada orang yang taat kepada Allah dan berharap pahala-Nya kemudian bertaubat dari kemaksiatannya dan berharap taubatnya diterima, adapun roja’ tanpa disertai amalan adalah roja’ yang palsu, angan-angan belaka dan tercela.”

Para pelaku maksiat itu berdalil dengan beberapa ayat al-Qur’an dan hadits Nabi (untuk menutupi kesalahan mereka -pent) seperti dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa” (QS. az-Zumar: 53).

Padahal, menurut imam ibnu qoyyim ayat ini berlaku bagi orang-orang yang bertaubat. Karena Allah mengampuni dosa setiap orang yang bertaubat dari dosa apapun yang telah dilakukannya.  Coba kita pikirkan, kalau memang Allah mengampuni seluruh dosa, lalu untuk apa ayat-ayat yang berisi ancaman, peringatan dan kemurkaan Allah l yang banyak disebutkan di dalam al-Quran?

Mari kita simak bersama-sama satu hadits yang berkenaan dengan roja atau pengharapan seorang muslim terhadap rahmat dan ampunan allah l.

Hadits ini diriwayatkan dari jalur Anas bin malik, beliau adalah pelayan rasulullah n berkata bahwa rasulullah n telah bersabda di salah satu hadits qudsi,
قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ
Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam!
، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ،
Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.

 يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ،
Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli.
 يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً
Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”

 Yahya bin Muadz berkata ”Diantara ketertipuan yang paling besar adalah terus menerus melakukan dosa, dengan harapan mendapat ampunan tanpa ada penyesalan. Mengharapkan dekat kepada Allah tetapi tidak ada ketaatan. kamu memetik buah di syurga tetapi menanam biji di neraka. Kamu mengharapkan kampung bersama orang-orang yang taat, tetapi kelakuannya ahli maksiat. Kamu berangan-angan dengan pahala Allah, tetapi kamu acuh tak acuh terhadap perintah-perintah Allah.”

Ada satu riwayat yang menarik mengenai kasih sayang Allah terhadap makhluknya// riwayat kisah ini disampaikan oleh Umar bin Khotob a// Umar bin Khotob a pernah membersamai Rasulullah untuk melihat para tawanan perang// ketika itu Rasulullah n melihat seorang tawanan perempuan berusaha mencari-cari bayinya di tengah-tengah para tawanan// ketika wanita itu menemukannya/ ia langsung merangkul dan meletakan bayinya di pangkuannya/ kemudian menyusuinya// Lalu Rasulullah n berasabda kepada sahabatnya/ ‘Bagaimana pendapat kalian/apakah wanita itu rela melemparkan anaknya ke dalam api neraka?// kemudian pendengar/ para sahabat yang hadir saat itu menjawab/ Demi Allah tidak!//  Kemudian Rasulullah n melanjutkan/’ Allah lebih penyayang kepada hamba-Nya daripada wanita itu terhadap anaknya//

Kisah yang barusan kita simak adalah kisah yang terdapat di dalam sahih imam Bukhari dan Imam Muslim rahimahumullah//

Dari kisah tersebut/ kita bisa mengambil pelajaran bahwa ternyata kasih sayang/ rahmat/ dan maghfiroh Allah l itu sangatlah luas// hanya saja pendengar/ kadang kita melupakan kasih sayang Allah l// sehingga jika kita sudah melupakan Allah/ kita tidak menyadari kasih sayang-Nya//
Demikianlah pendengar// pembahasan syarah hadits pada kesempatan kali ini/ Semoga kita selalu termotivasi untuk selalu memperbagus amalan-amalan kita sehingga rahmat ALLAH l terlimpah kepada kita semua// Sampai jumpa kembali di rubrik syarah Hadits di edisi selanjutnya//
Semoga bermanfaat//
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment