12 Jan 2015

SERI MAKNA SYAHADAT; “Pentingnya Syahadat Bagi Seorang muslim”


Syahadat adalah rukun islam yang pertama dari kelima rukunnya. Ia memiliki arti yang sangat penting bagi seorang muslim. Bagaimana pun juga, syahadat adalah gerbang penghambaan seorang hamba kepada rabb-nya. Janji setia yang menjamin keselamatannya dan statusnya di hadapan Allah kelak.
Setidaknya, ada lima urgensi atau arti penting syahadat yang harus diketahui oleh setaiap muslim.
1.    Dua kalimat syahadat adalah pintu masuk islam. (almadkholu ilal islam)
“Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia (yang berhak disembah); (demikian juga) para malaikat dan orang yang berilmu yang menegakan keadilan, Tidak ada Tuhan selain dia yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”(Ali imran[3]: 18)
Dari ayat diatas bias kita ambil kesimpulan bahwa allah sendiri mempersaksikan keesaan-Nya. Di penggalan ayat selanajutnya persaksian itu diikuti oleh persaksian-persaksian hamba-Nya. Disini adalah persaksian hamba yang taat –yaitu malaikat dan orang berilmu yang menegakan keadilan.
Kenapa orang berilmu? Karena jika telah sampai pengetahuan dan hakikat akan keesaan allah swt, kemudian diikuti oleh ketundukan hati dan keikhlasan maka otomatis orang tersebut telah masuk dalam wilayah islam. Dan ia mempunyai predikat sebagai muslim dan mukmin apabila ia telah mengikrarkan dua kalimaat syahadat dan beramal karenanya.
Lalu bagaimana dengan orang yang tahu akan hakikat keesaan allah swt. tapi dia tidak berikrar akan keesaan allah? Tidak mengakui akan keesaan allah dalam peribadatannya. Baik pengakuan secara uluhiyah maupun asma wa sifah. Dan dia hanya mengakui keesaan tanpa disertai ketundukan lisan dan anggota badan untuk beramal. Maka kita tegaskan, bahwa dia bukan seorang yang berilmu, tapi dia orang yang hanya sebatas tahu.
Bedanya orang yang berilmu dengan orang yang sebatas tahu adalah, orang yang berilmu ia tahu dan ia juga sadar akan kewajibannya dari pengetahuan yang ia dapat. Ia berikrar dan ia beramal.
Lalu bagaimana sikap orang-orang yang hanya sebatas tahu tapi tidak berikrar dan mengamalkan? Ia acuh tak acuh dengan bukti-bukti kebenaran yang terang seterang bulan purnama. Ia merasa masa bodoh dengan orang-orang yang beriman. Allah swt. Mengindikasikan orang-orang seperti ini dalam firman-Nya.
“Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, laa ilaha illallah, mereka menyombongkan diri.”(QS. As-Shaffat [37]; 35)
Karena kesombongan yang telah menguasai jiwa mereka, kebenaran enggan mereka akui. Pada akhirnya kerugian yang mereka tuai. Mereka tidak mnyadari bahwa dengan kesombongan dan penolakan itu, amal-amal mereka akan sia-sia belaka. Mereka tak akan mendapatkan ganjaran dari kebaikan-kebaikan yang mereka kerjakan. Sia-sialah segala sesuatu tanpa iman dan ketundukan.
“dan kami akan perihatkan segala amal yang mereka kerjakan. Lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (QS. Al-Furqon: 23)
“dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu,’sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaha akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (az-zumar [39]: 65)
 Persaksian manusia di alam ruh
Jauh-jauh sebelum manusia itu lahir, ketika pertama kalinya ruh itu ditiupkan kepada jasad yang masih di dalam rahim, Allah swt telah mengambil persaksian manusia itu sendiri mengenai keesaan-Nya.
“Dan (ingatlah) ketika tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu adam keturunan mereka dan allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman),’ bukankah aku ini tuhanmu?’ mereka menjawab,’betul (engkau tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan,’sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap hal ini.’”(Al-araf[7]; 172)


Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang telah diakui sebagai seorang muslim yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan muslim yang lainnya. Rasulullah saw bersabda,” aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan kalimat laa ilaha illallah, maka darah dan harta mereka menjadi suci (haram dibunuh/dirampas).
2.    Syahadat merupakan intisari ajaran islam (Kholashotu ta’alimil islam)
Syahadat adalah gerbang dari semua ilmu-ilmu syariat. Tak akan ada ilmu tauhid yang membahas tentang keesaan allah, tentang sifat-sifat allah, tentang rububiyyah, uluhiyah dan mulkiyahnya kecuali semuanya bersumber dari satu kalimat yang agung; laa ilaha illallah, dan bermuara kepada kalimat yang agung itu sendiri.
Tidak ada ilmu fiqih yang membahas shalat, zakat, puasa, haji dan sebagainya selama ruh-ruh tauhid tidak mewarnai ibadah-ibdah itu sendiri.
Yang pertama kali didakwahkan rasulullah Muhammad saw ketika berdakwah di mekah adalah tauhid. Siang malam berdakwah menyampaikan kalimat yang agung tersebut. Rasulullah tidak mengajarkan shalat dulu, tidak mengajarkan ritual ibadah-ibadah kepada masyarakat yang masih menyembah berhala- paganism. Rasulullah merombak keyakinan mereka terlebih dahulu. Sehingga jika hati mereka telah condong kepada keesaan allah, menerima hakikat ketauhidan, barulah rasulullah mengajrkan mereka syariat-syariat dalam beribadah.
Oleh sebab itu, ayat ayat yang diturunkan di mekah (ayat/surah makiyah) lebih cenderung pendek dan mengupas tentang ketauhidan, ancaman dan kabar gembira. Tak lain supaya masyarakat mekah menyadari akan keesaan Allah dan merasa takut akan azabnya yang sangat pedih. Selain itu ayat-ayat makiyah lazim diawali dengan ya ayyuhan naas (wahai manusia). Redaksi ayat tersebut untuk menyadarkan manusia untuk kembali kepada ketauhidan.
Beda dengan ayat-ayat madaniyah yang diturunkan setelah rasulullah hijrah ke madinah. Dimana, masyarakat sudah berbaiat-berjanji setia di hadapan rasulullah dan berikrar akan keesaan allah dan kerasulan Muhammad, maka dari sinilah turun ayat-ayat yang lebih lazim diawali dengan kalimat ya ayyuhal lazina amanu (wahai orang-orang yang beriman). Ketika manusia telah menerima keesaan allah, barulah ia dibebani syari’at-syari’at ibadah sebagai panduan hidupnya.
Ibadah, akhlaq dan muamalah merupakan implementasi syahadat tauhid dan syahadat rasul yang telah kita ikrarkan.
3.    Titik tolak perubahan (asasul inqilab)
Betapa islam telah banyak merubah dan merevolusi tatanan kehidupan di dunia ini. Dan tatanan itu berubah karena pribadi-pribadi yang telah menemukan jati diri yang sebenarnya. Ketika mereka mulai menyadari hakikat kebenaran dalam kehidupannya, maka secara otomatis pusaran perubahan itu akan mengikuti kehidupan mereka.
Tengoklah, bagaimana islam merubah umar bin khatab yang terkenal garang menjadi pribadi yang tegas namun santun dan wara dalam kehidupannya.
Islam telah merubah mush’ab bin umair. Siapa yang tak kenal mush’ab bin umair. Pemuda bangsawan terhormat yang kaya raya dan tampan itu rela meninggalkan kemewahan demi agama baru yang dibawa kekasihnya Muhammad saw. Mush’ab rela hidup dalam kesederhanaan demi membela harga dirinya sebagai seorang muslim.
Dan banyak kisah-kisah serupa yang patut kita renungkan. Bagaimana kisah penari perut yang biasa memuaskan dahaga syahwat laki-laki jalang kembali kepada cahaya islam dan menjadi muslimah seutuhnya. Atau mungkin anda sendiri pernah mengalami perubahan itu sendiri?
Perubahan yang sangat mendasar di seluruh aspek kehidupan. Bermula dari syahadatain , seseorang berubah dari jahiliah menuju islam, dari kegelapan menuju cahaya terang benderang, dari keterbelakangan menuju kemajuan.
4.    Inti dakwah para rasul (haqiqotu da’watir rasul)
“padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya) (QS. As-shafat[37]:37)
“dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-anbiya[21]: 25)
5.    Fadhilah yang besar (fadho’ilu adziimah)
Syahadatain memiliki fadhilah atau keutamaan yang sangat besar bagi seorang yang emngucapkannya. Keutamaan itu akan semakin berlipat-lipat manakala ia beramal atas dasar syahadat yang ia ucapkan.
“barangsiapa yng mengucapkan laa ilaha illallah maka ia masuk surge”
“barangsiapa mati sedangkan ia mengetahui bahwa tiada tuhan selain Allah maka ia masuk surga.”
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment