12 Jan 2015

Senandung Terakhir Untuk Ayah


Aku tergugu dalam merahnya senja
Ketika luruh helai demi helai bunga kamboja
Di atas tanah merahmu ayah
Yang baru kugali siang tadi

Kulihat mata senja yang memerah
Disana masih terlukis wajah bekumu
Wajah yang kulihat untuk terakhir kalinya
Saat kubuka kain putih yang menutup wajah teduhmu

Di sepenggal senja ini aku melihat semua Tentang ceritamu ayah
Biarlah ini senja penghabisan dalam hidupku
Aku bisa bercengkrama dalam bisu dan air mata

Ayah, aku tahu Air mata ini tidak akan bisa menggantikan semua kasihmu
 Karangan bunga di pusara tidak akan bisa menggantikan cintamu
Senandung kepedihan ini hanyalah derita hatiku
Yang tak sempat mengucap kata perpisahan untukmu

Kini tak ada lagi semua senyummu
Tak ada lagi yang bisa memarahiku ketika aku salah
Dan semua tinggal kenangan demi kenangan
Yang tak mungkin kulupakan

Lihat ayah,
Senja telah kehilangan merahnya
Burung-burung senja pulang ke sangkarnya
Dan kesiut angin masih saja
Menjatuhkan helai demi helai bunga kamboja

Di atas pusaramu
Aku rela segenap jiwa
Walau kepedihan masih menyisakan duka
Tapi kutahu kita akan bertemu
Dan tuhan tak akan pernah menyia-nyiakan kita


Pangandaran, 4 juli 2013 
husni mubarok 
husnimubarok5593@gmail.com
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment