12 Jan 2015

SAMPO KECAP


Kadang saya tertawa sendiri sekaligus beristighfar jika mengingat kembali kisah yang pernah saya alami ini. Pasalnya saya telah mendzalimi seseorang sahabat sekaligus senior saya yang telah mengghasab sampo saya. Waktu itu saya sedang nyantri di salahsatu pondok pesantren tradisional di daerah ciamis.

Saya selalu dibuat kesal dan pusing tujuh keliling alias penggasaban alias memakai barang orang lain tanpa seijin pemiliknya. Ceritanya saya baru membeli sampo urang-aring yang lumayan mahal dari kopontren. Dan seperti biasa saya selalu menyimpannya di kusen jendela kamar mandi –tempat paling strategis dan simple untuk menyimpan peralatan mandi. Ajaibnya tiga hari kemudian sampo urang-aringku ludes tidak tersisa. Saya baru menyadarinya ketika akan memakainya untuk mandi pagi.

Rasa kesal menyeruak di dalam hati saya. Namun, tak lama setelah itu pikiran jahil menyingkirkan rasa kesal saya. Aku akan melakukan sesuatu, biar kapok tuh orang, begitu pikirku saat itu. Siang harinya, ketika waktu istirahat tiba, saya langsung melesat ke kopontren dan membeli kecap kedelai hitam kemasan kecil.

Tanpa menunggu lama lagi saya langsung membawanya ke kamar mandi dan menuangkan kecap hitam tadi kedalam kemasan sampo urang aring saya yang telah kosong. Tentu saja orang tidak akan bisa membedakan antara kecap dan sampo urang-aring yang berwarna hitam pekat. Sore harinya penghunia asrama berhamburan dan bersiap-siap untuk mandi. Kami harus sabar mengantri karena kamar mandi yang tersedia tidak sebanding dengan banyaknya santri penghuni pesantren.

 Tiba-tiba ada sebuah teriakan mengenaskan dari dalam kamar mandi.

“ARRGH!!..Kurang ajar! Beraninya orang ngerjain gue!”

Dan kami-para junior- tahu suara baritone itu milik mas randi. Orang yang paling senior di asrama kami. Kami yang sedang mengantri saling melempar pandang dan berbisik-bisik satu sama lain. Aku yang sudah menduga apa yang telah terjadi tak kuat menahan tawa.

 Tanpa ba bi bu saya lari ke belakang asrama dan tertawa di sana. Menumpahkan rasa puas yang membuncah di dada saya. Aku sempat membayangkan mimic wajah mas randi yang terkejut dengan sampo urang-aring palsuku. Dan tentu saja dia akan membaui aroma kecap setelah menyadari bahwa sampo itu tidak menghasilkan busa sama sekali. Saya sekaligus tak menyangka, seniorku juga doyan ngeghasab barang milik juniornya.  Aku msih bisa mendengar gerutuan panjang yang berasal dari dalam kamar mandi asrama. Akhirnya apa yang kuinginkan kesampaian juga. 
Kang Uni Mubarok
Kang Uni Mubarok

Husni Magz adalah blog personal dari Husni Mubarok atau biasa dipanggil kang Uni. Cowok Sunda yang bibliomania. Menyukai dunia seni dan tentunya doyan nonton baca dan nulis.

No comments:

Post a Comment